Rekor MURI Salakar di MTQ Lombok

Mataram, LombokInsider.com – Setelah sebelumnya mencatat rekor baru MURI dengan mengadakan khataman Al Qur’an yang melibatkan 1000 penghafal Al Qur’an, kemarin (28/7) dua rekor MURI dipecahkan di Kota Mataram. Pertama, rekor penyanyian lagu mars MTQ yang diikuti oleh 93.000 orang, mengalahkan rekor sebelumnya 86.000 orang saat MTQN di Bengkulu. Kedua, rekor melantunkan barzhanji, kisah Nabi Muhammad saw yang diikuti oleh 10.000 orang, memecahkan rekor sebelumnya 5000 orang saat pelaksanaan MTQ di Belitung dan Bengkulu.

Semangat Mars MTQ

SAH. Wagub dan Walikota Mataram menerima sertifikat rekor MURI.

SAH. Wagub dan Walikota Mataram menerima sertifikat rekor MURI.

Pada sambutannya di akhir acara menyanyikan Mars MTQ secara bersama dan serentak Walikota Mataram Ustadz Akhyar Abduh mengatakan bahwa sebagai warga Kota Mataram kita harus bersama-sama mendukung dan mensukseskan MTQN ini. “Tidak hanya harus didukung dan disukseskan akan tetapi kita juga harus bersemangat menyambut MTQ, selain karena setelah 43 tahun berlalu NTB kembali dipercaya sebagai tuan rumah, juga kita harus bersama-sama menyemarakan dan menggelorakan seluruh rangkaian acara lainnya,” tegas Akhyar yang juga merupakan wakil ketua panitia MTQ kali ini.

Selain itu menurutnya semoga dengan MTQ ini perekonomian warga kota Mataram dan sekitarnya ikut meningkat, dengan datangnya ribuan tamu para peserta MTQ dari 34 provinsi yang pastinya akan memberikan pemasukan baik langsung maupun tak langsung kepada masyarakat. Para peserta pun terlihat sangat bersemangat menyanyikan lagu/mars MTQ walaupun peserta terdiri dari pelbagai kalangan, acara yang berlangsung singkat ini menyedot begitu banyak perhatian penonton yang hadir disepanjang jalan. Akhyar juga menyempatkan diri untuk berfoto bersama para pelajar yang ingin mengambil gambar bersama Walikota mereka.

Barzhanji Bersama 

MARS MTQ. Para pelajar antusias menyanyikan Mars MTQ.

MARS MTQ. Para pelajar antusias menyanyikan Mars MTQ.

Beberapa saat setelah pelaksanaan menyanyikan Mars MTQ bersama, acara pun dilanjutkan dengan “Gema Selakaran Barzhanji”, setelah jeda sholat Ashar. Sekitar 10.000 orang lebih hadir di Jl. Pejanggik depan Lapangan Sangkareang hingga ke perempatan BI menyemarakan acara ini, terdiri dari 4000 orang kelompok barzanji yang ada di Mataram ditambah oleh 6000 orang dari pelajar SD, SMP, Aliyah, Ibtidaiyah dan masyarakat umum bersama-sama melantunkan Barzhanji yang juga memecahkan rekor MURI. Dimana rekor peserta sebelumnya sekitar 5000 orang saat pelaksanaan MTQ di Belitung dan Bengkulu.

“Pada 1973 saja NTB sukses melaksanakan MTQ apalagi saat ini dengan persiapan yang lebih baik dan sinergi semua pihak kita pasti dapat mensukseskannya,” kata Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin, SH, M.Si pada sambutannya. Selain itu Wakil Gubernur yang juga menjabat ketua umum panitia MTQN 2016 di Mataram ini juga berterima kasih dan mengapresiasi kepada seluruh peserta yang hadir menyemarakan acara ini, sebagai rangkaian dari pelaksanaan MTQ.

“Apa yang menjadi hajat dari pelaksanaan acara ini adalah agar pelaksanaan MTQ ini berjalan sukses, baik secara pelaksanaan, prestasi dan juga ekonomi,” tambah Ustadz Akhyar, Walikota Mataram.

Sementara Sr. Manager MURI Yusuf Madri diakhir acara mewakili MURI menyerahkan penghargaan pemecahan rekor yang telah dilakukan kepada Wagub dan Walikota Mataram.

Barzhanji sendiri bertutur tentang kehidupan Muhammad, yang disebutkan berturut-turut yaitu silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, pemuda, hingga diangkat menjadi rasul. Di dalamnya juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia. Acara ini dipimpin oleh YPI Yaphatul Hikmah dari Babakan. Hadir diatas panggung Wagub, Sekda NTB, Walikota, Wakil Walikota, Kapolda, Porkompinda, Sr. Manager Muri dan juga para alim ulama.

 

Pewarta: Agus Apriyanto

Penyunting: Kasan Mulyono

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono