course-map-100

Mataram, LombokInsider.com –  Hanya yang terlatih dan bernyali yang layak hadapi tantangan ini. Berlari naik turun membelah Gunung Rinjani sejauh 100 km dalam waktu 36 jam. Yang lebih berat lagi, lomba ini dimulai di tengah kegelapan malam di jalur Gunung Rinjani. Namun di situlah daya tarik even yang dikemas sebagai even wisata olah raga ini.

“Lomba lari ini memang perpaduan antara olah raga dan wisata. Lomba lari Rinjani 100 akan dimulai pada 29-31 Juli mendatang. Acara ini merupakan kalender rutin yang sudah memasuki tahun kelima penyelenggaraannya,” kata H.L. Muh. Faozal, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB dalam jumpa pers Selasa (28/6) di Mataram.

Perpaduan olah raga dan wisata. Kadisbudpar HL Muh. Faozal, Karo Ops Polda NTB Kombes Pol Maningka Jaya dan Ketua KONI NTB Andy Hadianto.

Perpaduan olah raga dan wisata. Kadisbudpar HL Muh. Faozal, Karo Ops Polda NTB Kombes Pol Maningka Jaya dan Ketua KONI NTB Andy Hadianto.

HL Moh. Faozal Kadis Budpar NTB menjelaskan bahwa Rinjani100 ini menjadi salah satu sport tourism bertaraf internasional yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan di Lombok selain balap sepeda “GFNY” dan juga Kejuaraan Dunia Paragliding Acurracy.

Lomba lari Rinjani100 terbagi menjadi empat kategori yakni 27, 36, 60 dan 100 km. Hanya 27 km yang startnya dilakukan siang hari pukul 15:00, sedangkan tiga kategori lainnya dilakukan malam hari.

“Jumlah peserta yang sudah melakukan pendaftaran hingga saat mencapai 310 dari target 400 orang. Diharapkan nantinya target ini dapat tercapai menjelang berlangsungnya acara. Dengan hadirnya 400 peserta ditambah dengan para pendukung, maka dapat dipastikan wisatawan yang datang ke Lombok untuk menghadiri acara ini bisa mencapai 800 – 1000 orang lebih jika seorang peserta mengajak 2-3 orang pendukung,” papar Faozal.

Keamanan Peserta

Untuk mendukung terlaksananya acara ini pihak kepolisian dalam hal ini POLDA NTB yang diwakili oleh KARO Ops. Kombes. Pol. Maningka Jaya, menyatakan siap membantu. “Olahraga lari ini tergolong ekstrim, karena tiga dari empat kategori startnya dilakukan malam hari, untuk ini tim kami dibantu oleh Polres Lotim dan Polsek Bayan harus melakukan latihan khusus karena rute yang akan ditempuh sangat ekstrim,” ungkap Maningka.

Prediksi kerawanan yang sudah dianalisis oleh kepolisian antara lain; kuran

Jalur naik turun Gunung Rinjani

Jalur naik turun Gunung Rinjani

gnya petunjuk arah, dehidrasi, serangan jantung, orang hilang, curas dan lainnya. “Hal tersebut perlu diidentifikasi untuk mengetahui apa saja yang bisa diantisipasi, dimana tempat para peserta menginap juga menjadi prioritas penjagaan kami,” tegas Maningka. Menurutnya personil yang akan diterjunkan untuk membantu pengamanan sekitar 122-140 orang, harapannya Polisi dan panitia dapat bekerjasama dengan baik.

Dampak Ekonomi

Sementara itu ketua Koni NTB Andi Hadianto, menjelaskan dari pengalaman yang lalu lomba lari ini berjalan lancar, tidak ada kejadian insiden yang berarti. “Dari segi pariwisata sport tourism semacam ini jelas tidak memerlukan biaya yang besar karena segala kebutuhan peserta dipersiapkan oleh mereka sendiri, namun mendatangkan manfaat yang besar,” kata Andi.

Hal ini dikarenakan peserta yang hadir pasti membawa pendukung dan bisa lebih dari satu orang sehingga menjadi multi efek bagi pariwisata NTB. “Rencanannya tahun depan KONI juga akan mengadakan Lombok Ultra Triathlon, di Gili Trawangan selama 10 hari, hal ini sangat didukung oleh Gubernur NTB,” papar Andi.

Masuk 5 Terberat Dunia

Hendra Wijaya, panitia pelaksana dan juga atlit yang biasa mengikuti lomba-lomba semacam ini mengatakan bahwa Rinjani100 ini menjadi salah satu lomba lari terberat di dunia yang pernah diadakan, diantaranya di Gurun Gobi, Everest, Fuji dan juga Sahara. “Ketika Rinjani100 ini saya promosikan lewat media sosial, respon dari teman-teman pelari sangat luar biasa. Kedepannya saya berencana akan membuat lomba lari dengan jarak yang lebih jauh lagi 123, 160 atau bahkan 230 km karena semakin berat dan sulit akan semakin dicari oleh para pelari kelas dunia,” ungkap Hendra.

“Rinjani100 termasuk yang terberat karena memang trek yang harus dilalui banyak tanjakan terjal, serta start dilakukan malam hari dan ini menjadi penilaian lebih. Menurutnya dari tingkat kesulitan itu poin yang didapat para peserta yang berhasil mencapai finis 5 poin,” jelas Hendra.

“Justru ekstrimnya kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta, lomba yang dilakukan malam hari dengan kondisi medan yang terjal dan cukup berbahaya membuat adrenalin mereka terpacu untuk itu,” tegasnya.

Start untuk kategori 27 dan 36 km dilakukan di Sembalun dan finish di Sembalun. Sementara untuk 60 dan 100 km start di Senaru dan finish di Sembalun.

“Untuk olahraga semacam ini para peserta memang tidak mengejar penghargaan. Kepuasan dan kebanggaan bisa mengikuti lomba itulah penghargaannya. Karena yang didapat diakhir lomba paling hanya kaos dan medali finisher. Tapi untuk Rinjani 100, panitia berencana memberikan jaket eksklusif pada peserta yang berhasil sampai finish,” pungkas Hendra.

Pewarta: Agus Apriyanto

Penyunting: Kasan Mulyono

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono