Mataram, LombokInsider.com – Setelah sempat menggelar aksi solidaritas untuk warga masyarakat Rohingya, Myanmar pada Senin (4/9) lalu, ribuan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali melakukan aksi yang sama pada Minggu (10/9). Aksi yang dilakukan oleh berbagai elemen organisasi dan masyarakat ini mengambil titik kumpul di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center (IC), Mataram.

Setelah para peserta aksi berkumpul di IC, tepat pukul 07:00 rombongan besar yang mencapai ribuan orang ini mulai bergerak menuju jalan Udayana, yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan Car Free Day (CFD) pada hari Minggu.

Orasi

DAMAI. Aksi Damai Ribuan Masyarakat NTB, Disepanjang Jalan Udayana.

Sepanjang jalan, perwakillan peserta aksi menyampaikan orasi yang mengutuk tindakan biadab yang menimpa warga muslim Rohingya Myanmar disertai penyampaian pernyataan sikap dan pengumpulan bantuan. Para peserta aksi melakukannya dengan tertib tanpa mengganggu kegiatan CFD, bahkan tampak warga masyarakat yang hadir ikut menyumbang sebagai wujud kepedulian kepada sesama.

Aksi serupa dilakukan juga hampir di seluruh pelosok Indonesia, dalam beberapa minggu terakhir. Ini semua sebagai wujud kepedulian kepada sesama manusia dan muslim, karena penyiksaan, pembunuhan dan pembantaian yang terjadi di Myanmar terhadap etnis Rohingnya tidak dapat dibenarkan, dilihat dari segi manapun.

Pesan Gubernur NTB

Hal ini juga ditegaskan oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) pada aksi sebelumnya, Senin lalu (4/9). Dihadapan peserta aksi Gubernur lulusan Universitas Al-Ahzar, Kairo, Mesir ini menyatakan sikapnya.

“Saya yakin, tidak ada agama manapun yang membenarkan atau membolehkan penindasan seperti yang dialami warga Rohingya,” tegas TGB di hadapan ratusan masa yang hadir.

Menurut Gubernur ahli tafsir ini, tidak ada satupun agama di dunia ini yang mengajarkan penyiksaan, pembunuhan dan pembantaian kepada masyarakat yang tidak berdosa. Apalagi sebagian besar yang menjadi korban adalah anak-anak, perempuan dan orang tua, maka hal ini harus segera dihentikan.

Karena itu, TGB mengajak seluruh masyarakat NTB, khususnya anak muda untuk pandai-pandai mengendalikan diri serta menjaga akal sehat dalam menyikapi masalah tersebut. TGB mengajak seluruh masyarakat NTB untuk membantu warga Rohingya, Myanmar yang akhir-akhir ini mengalami tragedi kemanusiaan di negaranya.

Bantuan yang dimaksud, tidak hanya berupa do’a. Namun, menyisihkan sebagian harta kekayaan yang dimiliki untuk disumbangkan kepada warga Rohingya tersebut. “Yang terpenting adalah melakukan aksi nyata dengan mengumpulkan bantuan masyarakat NTB untuk disumbangkan kepada warga Rohingya,” ucap Gubernur.

Apa yang disampaikan oleh TGB ini langsung diamalkan oleh beberapa civitas akademisi yang ada di NTB. Terlihat di beberapa perempatan jalan di Kota Mataram, aksi damai pengumpulan dana untuk muslim Rohingnya telah dilakukan oleh beberapa orang mahasiswa, yang hasilnya akan dikirimkan ke perbatasan Myanmar untuk membantu meringankan penderitaan mereka disana. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com