Taliwang, LombokInsider.com – Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), membuktikan kualitasnya sebagai salah satu Pondok Pesantren terbaik di Indonesia.

Sistem Pendikan yang ajarkan di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang, sejak 2016 diakui Pemerintah melalui Kementerian Agama, sebagai salah satu Pondok Pesantren di Indonesia sebagai Lembaga Pendidikan Agama Islam yang bersatus Pondok Mu’adalah.

Status Mu’adalah

“Di Indonesia dari ribuan Pondok Pesantren yang ada, yang mendapat status Mu’adalah baru sekitar 50 an Pesantren dan Alhamdulillah kita salah satunya dan menjadi yang pertama dan satu-satunya di Nusa Tenggara Barat saat ini,” tandas Ust.Lalu Muhammad Mujahid Imaduddin, S.Hi ,M.Ag, Pimpian harian Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang, Minggu (6/8).

Diusianya yang ke-33 Pondok Pesantren yang dipimpin DR.KH Lalu Zulkifli Muhadli, tersebut, dengan status Mu’adalah dianggap sejajar dengan Pondok Pesantren Tertua dan ternama yang ada di Indonesia, seperti Pondok Modern Gontor, Pondok Darunnajah dan Pondok Tebu Ireng di Pulau Jawa.

Adapun maksud Pondok Mu’adalah dijelaskan Ust. Mujahid yakni, pondok pesantren yang disetarakan dengan SMA/MA karena walaupun pondok pesantren tersebut tidak mengikuti kurikulum Kemdiknas (SD, SMP, SMA) atau kurikulum Kemenag (MI, MTs, MA) akan tetapi alumnus pondok pesantren tersebut dapat diterima (diakui) di perguruan tinggi di dalam dan luar negeri seperti Al-Azhar, Ummul Quro’, dsb.

Dengan mu`adalah (disetarakan), di dalam negeri (Indonesia) santri lulusan pondok pesantren tersebut juga dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (kuliah di perguruan tinggi swasta / negeri) atau jika berhenti di tengah jalan (keluar) tetap dapat melanjutkan ke SMP / MTs atau SMA / MA.

Pendidikan Disetarakan

Pendidikan pondok pesantren tersebut disetarakan dengan madrasah aliyah melalui SK Dirjen Pendidikan Islam Depag RI dan oleh SK Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional untuk yang disetarakan dengan SMA.

Proses penyetaraan ini telah berlangsung lama sejak 1998 hingga sekarang sebagai langkah pengakuan pemerintah terhadap eksistensi pendidikan di kalangan pondok pesantren yang pada saat itu belum terakomodir di dalam sistem pendidikan nasional.

“Jadi ijasahnya dari Pondok Pesantren itu sendiri yang telah disahkan Pemerintah dan ujiannya pun bukan lagi seperti pendidikan umumnya,” tegas Ust.Mujahid.

Sejalan dengan status Mu’adalah tersebut, dalam gelaran Apel Tahunan atau pekan perkenalan Pondok Pesantren Al-Ikhlas tahun ini yang berlangsung, Minggu (6/8) , Menurut Ustad Mujahid, Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang menancapkan Visi menuju Pesantren Percontohan 2024 bertaraf International.Berbagai terobosan pun dilakukan dengan peningkatan mutu dan kwalitas Pendidikan, serta pembangunan Infrastruktur pendidikan yang memadai.

Sementara itu, pimpinan Pondok pesantren Al-Ikhlas, DR.KH.Lalu Zulkifli Muhadli, dalam sambutannya pada acara Apel Tahunan kemarin, menyampaikan berbagai pesan dihadapan ribuan hadirin lebih khusus wali santri, diantaranya menyampaikan jika kwalitas Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang yang dirintis sejak 1984 tersebut, terus terjadi regenerasi dan peningkatan kualitas.

Menurut mantan Bupati Sumbawa Barat dua periode ini, generasi pimpinan pondok kali ini merupakan generasi kedua yang tidak lain anak –anaknya sendiri tersebut, dibantu tenaga pengajar yang professional yakin dan lebih optimis akan menjadi lembaga pendidikan yang kelak akan melahirkan calon calon Ulama Ulil Amwal, Ulil Albab dan Ulil Amri sesuai dengan tantangan jaman.

Berkembang dan Maju

“Yang patut kita syukuri adalah telah terjadi regenerasi dalam Pondok Pesantren Al-Ikhlas, dengan demikian pondok ini akan terus tumbuh dan generasi kedua ini tidak kalah lebih baik akan melanjutkan perjuangan di dalam pondok dan kami tinggal mendorong mereka mereka ini agar terus berkiprah,” ujar Kyai Zul sapaan akrab Ketua Forum Pondok Alumni Gontor Se-Indonesia dan Wakil Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren Se-Indonesia tersebut.

Adapun langkah-langkah terpadu yang terus dikembangkan didalam Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang, selain sistem pendidikan 24 jam dengan sistem asrama dengan mengajarkan santri menggunakan Bahasa Arab dan Inggris, juga kini terus dikembangkan santri Hafids Al-Qur’an dan melahirkan Qori Qoriah disamping pendalaman isi yang terkandung didalam Al-Qur’an.

Untuk pendidikan diluar, Pondok Pesantren Al-Ikhlas juga menggelar kegiatan studi banding ke Pondok Modern Gontor di Ponorogo, perkenalan terhadap dunia usaha dengan mengunjungi berbagai perusahaan ternama di Indonesia menjadi bagian dari pendidikan guna melatih generasi mandiri, selain itu Pondok Pesantren Al-Ikhlas juga memberikan kesempatan bagi santri untuk melakukan kegiatan studi Tour ke Luar Negeri seperti, Singapura, Malaysia dan Thailand dalam rangka mendekatkan dunia pendidikan dan usaha bagi santri kelak, apabila ingin melanjutkan ke luar negeri. (LI/SP/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com