Mataram, LombokInsider.com – Roemah Langko Mataram mendapat penghargaan Utama dari Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Award, masuk pada kriteria Rumah Pelestarian atau Konservasi, karena berhasil merenovasi bangunan bersejarah dengan menjaga keaslian arsitekturnya.

“Kami mulai kerjakan pembangunannya pada awal 2014 dan selesai pertengahan 2016, awalnya kami lakukan pendataan terhadap arsitektur bangunan aslinya. Bangunannya kami bongkar total, tapi kami bangun kembali sesuai dengan aslinya,” kata Popo Danes, arsitek senior yang dipercayakan membangun kembali Roemah Langko oleh pemiliknya Irawan Wahyudi, Jum’at (26/10).

Dengan tanah seluas 3300 m2 Popo Danesh bersama rekan-rekan arsitekturnya berhasil membangun kembali Roemah Langko sesuai dengan yang diharapkan oleh pemiliknya Irawan Wahyudi, dengan tetap mempertahankan keaslian arsitektur, baik eksterior maupun interiornya. Hal inilah yang membuat Roemah Langko terpilih mendapatkan penghargaan Utama dari IAI kategori rumah Konservasi.

Pada 2103 Irawan Wahyudi, membeli Roemah Langko dari pemiliknya yang menurutnya sudah merupakan generasi ketiga, rumah kolonial ini diperkirakan merupakan salah satu peningggalan Belanda. Namun karena sebelumnya telah lama tidak terawatt, Roemah Langko bahkan sempat disebut sebagai rumah hantu oleh warga Kota Mataram.

“Saat menerima tantangan dari pembeli Pak Irawan, saya serasa menemukan harta karun berupa puing-puing bangunan kuno bersejarah. Ini merupakan bangunan kolonial atau dulu disebut art deco dimana orang mulai mengenal detail-detail arsitektur,” jelas Popo.

Popo Danes sebagai arsitek dan Irawan Wahyudi sebagai pemilik, merasa bangga dan bersyukur dimana pasca gempa Roemah Langko yang berada di Lombok ini memperoleh penghargaan arsitektur yang bergengsi.

“Penghargaan ini seperti hadiah yang tak terhingga untuk Lombok yang baru saja ditimpa musibah gempa. Dibelinya dan kemudian dibangunnya kembali Roemah Langko memiliki nilai kebanggaan tersendiri dari saya sebagai arsitek dan Pak Irawan sebagai pemilik,” tegasnya.

Irawan Wahyudi merupakan pengusaha muda yang memiliki latar belakang dalam bidang F&B dan sangat suka dengan bangunan kuno atau antik, bertemu dengan arsitek senior Popo Danes, maka terbangunlah Roemah Langko.

“Memang saya suka pada barang-barang kuno bersejarah dan bersama Pak Popo kami bersama membangun Roemah Langko ini sehingga memiliki nilai lebih sebagai salah satu bangunan bersejarah di Kota Mataram,” tegas Irawan. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com