Mataram, LombokInsider.com – Pariwisata masih tetap menjadi program unggulan dan strategis bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal ini sering ditegaskan oleh kedua pimpinan daerah, baik Gubernur maupun Wakil Gubernur NTB dalam setiap kesempatan.

“Melanjutkan pembangunan pariwisata tidak harus dilakukan dengan menambah anggaran pariwisata. Pendekatan untuk meyakinkan maskapai penerbangan membuka jalur penerbangan langsung dari dan menuju NTB juga bisa bermanfaat nyata bagi NTB,” jelas Gubernur NTB Dr. H. Zulkiflimansyah.

Selama setahun terakhir, Pemprov NTB telah berhasil meyakinkan sejumlah maskapai penerbangan untuk membuka penerbangan langsung ke NTB. Misalnya, Maskapai AirAsia yang baru saja membuka penerbangan langsung dari Perth ke Lombok pulang pergi. AirAsia juga telah membuka penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Lombok pulang pergi.

“Membangun dermaga, memperbaiki jalan dan berbagai infrastruktur lainnya juga dalam rangka untuk memajukan pariwisata,” katanya.

Sektor pariwisata bagi NTB, memiliki peran strategis yang dapat mendorong peningkatan pendapatan, membuka lapangan kerja, menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, seimbang dan inklusif.

Hal tersebut tertuang dalam Perda NTB No. 7 tahun 2013 tentang Rencana Induk Pariwisata Daerah (RIPARDA) Tahun 2013-2028. Empat aspek pembangunan pariwisata daerah, yang meliputi destinasi, pemasaran, industri dan organisasi pariwisata.

Dalam kurun waktu 2019-2023 mendatang, fokus Pemprov NTB meliputi; Pengembangan Pariwisata Pulau-pulau kecil (gili), baik di Pulau Lombok maupun Sumbawa. Percepatan Pembangunan KEK Mandalika dan MotoGP yang direncanakan akan digunakan pada 2021 mendatang.

Pengembangan Rinjani Unesco Global Geopark, baru saja Geopark Rinjani Lombok sukses sebagai tuan rumah gelaran APGN 2019. Bukan hanya Rinjani, pemerintah juga mengembangkan Geopark Nasional Tambora, yang mana letusan Gunung Tambora pada  1815 silam tercatat sebagai salah satu letusan gunung terdahsyat.

Pengembangan Wisata Halal Berkelas Dunia, seperti diketahui pada 2015, 2016 dan 2019, NTB meraih penghargaan terkait wisata halal ini. Saat ini Pemprov NTB juga fokus pada pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dengan 99 Desa Wisata. Sebuah konsep mengembangkan potensi alam, budaya dan tradisi yang dimiliki dimana peranan dominan oleh masyarakat desa setempat, sehingga akan dapat meningkatkan perekonomian, lapangan kerja, perhatian terhadap lingkungan dan sumber alam serta peningkatan ketrampilan SDM.

Desa Wisata Sade, Ende, Setanggor, Tete Batu, Pasar Pancingan dan Kerujuk merupakan contoh keberhasilan dalam program pengembangan pariwisata berbasis masyarakat ini. (LI/AA)

Tags:
About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com