Mataram, LombokInsider.com – Bisnis kuliner di Kota Mataram memang sedang berkembang, bak jamur dimusim hujan, tentunya hal ini disebabkan oleh berubahnya gaya hidup warga masyarakat, khususnya kalangan menengah keatas untuk makan diluar, dengan kesibukan kerja yang tinggi tentunya ini menjadi pilihan yang mudah. Kebutuhan orang akan tempat makan dengan desain modern dan suasana yang bersih dan nyaman, membuat Nurul Wardhany atau biasa dipanggil Dhany membuka usaha de la SIRRA Café & Resto di Jalan Jenderal Sudirman 79, Gegutu Barat, Rembiga Mataram, yang buka dari pukul 09:00 – 24:00 wita setiap harinya.

de la SIRRA Cafe & Resto, Menawarkan Kenyamanan, Kebersihan dan Pelayanan Terbaik bagi Pengunjungnya.

de la SIRRA Cafe & Resto, Menawarkan Kenyamanan, Kebersihan dan Pelayanan Terbaik bagi Pengunjungnya.

Cita-cita yang Terwujud

“Alhamdulillah sebenarnya ini memang menjadi salah satu cita-cita saya dari dulu yakni membuka usaha yang memberikan pelayanan paripurna pada para pengunjung di satu tempat (one stop service) karena ditempat ini memang ada tiga usaha yang dibuka sekaligus yakni de la SIRRA Café & Resto, ada juga Salon Desire dan Car Wash Espe yang kami bangun diatas tanah seluas kurang lebih 52 are,” ungkap ibu dua putra-putri ini memulai obrolan bersama LombokInsider.com. Sebenarnya untuk urusan bisnis kuliner bukan hal baru bagi anak kedua dari empat bersaudara pewaris bisnis keluarga pada RM Dua-Em Bersaudara di Majeluk ini. Selain cita-cita di bidang usaha, Dhany juga memiliki keinginan untuk menjadi ibu bagi banyak anak yatim, menurutnya hal ini adalah salah satu contoh didikan H. Muhibbin Moerad ayahnya yang banyak beramal jariyah semasa hidupnya, dia berharap hal ini dapat segera terwujud.

Udang Goreng Lumut Saos Belimbing, salah satu Menu Andalan de la SIRRA Cafe & Resto.

Udang Goreng Lumut Saos Belimbing, salah satu Menu Andalan de la SIRRA Cafe & Resto.

Pengalaman Kuliner dan Menu

“Syukurnya sudah ada latar belakang selama hampir 25 tahun di bisnis kuliner ini jadi tinggal menjalankan sebaik-baiknya, yang menjadi tantangan adalah menu de la SIRRA Café & Resto ini sedikit keluar dari menu turun temurun kakek dan ayah yakni menu tradisional khas Lombok. Hampir 70% menu di de la SIRRA adalah Seafood, 15% western, 10% Asia, justru hanya 5% sisanya yang tradisional,” lanjut perempuan kelahiran 1976 yang hobi masak ini. Menurut Dhany, pertimbangan ini diambil untuk lebih mengakomodir selera pengunjung yang beragam, sehingga pelanggan yang datang dapat memilih menu sesuai selera mereka. Bahkan kedepannya khusus menu seafood pelanggan akan dapat memilih ikan segar yang masih hidup didalam aquarium.

Berbeda dengan Salon dan Car Wash yang telah berdiri hampir 1,5 tahun, de la SIRRA Café & Resto saat ini baru pada tahap soft opening pada (11/12), namun menurut Dhany, para pengunjung atau tamu sudah mulai banyak, bahkan beberapa grup dari Malaysia sudah pernah datang berkunjung, biasanya mereka datang malam hari untuk makan malam sambil bersantai menikmati live music yang tersedia setiap Selasa, Jum’at dan Sabtu malam. De la SIRRA Café & Resto memiliki chef yang telah berpengalaman selama 26 tahun di bidang perhotelan, demikian juga bagian pastrynya yang telah melanglang buana di kapal pesiar, sehingga menu-menu yang ditampilkan baik makanan dan minuman disertai dengan garnish/hiasan, layaknya di hotel berbintang.

Nurul Wardhany, Pengelola Sekaligus Manajer de la SIRRA Cafe & Resto.

Nurul Wardhany, Pengelola Sekaligus Manajer de la SIRRA Cafe & Resto.

Pengalaman Politik

Dhany mengaku dirinya saja baru kembali ke Mataram pada 2008 ketika mamiqnya (H. Muhibbin Moerad, red) meninggal dunia, sebelumnya sejak lulus SMP pada 1991, Dhany remaja melanjutkan sekolahnya ke luar daerah, di SMA Khodijah, Wonokromo, Surabaya, kemudian melanjutkan S1 Manajemen di UNMER Malang dan Pasca Sarjananya di UGM. Kemudian Dhany sempat bekerja sebagai Marketing di Bank Mandiri, bahkan sempat ikut berpolitik melalui Partai Gerindra dan dicalonkan oleh partainya pada pilkada 2009 dan 2014 untuk Dapil NTB dan Kota Mataram.

Optimisme

Kemandirian yang telah menempanya selama sekolah diluar daerah membuat Dhany sebagai manajer sekaligus pengelola cukup optimis bahwa usaha kuliner semacam ini akan berkembang dan maju kedepannya. “Dengan kesungguhan dan kerja keras Insya Allah usaha semacam ini dapat berkembang, karena kami menampilkan menu yang dikemas secara modern, kebersihan dan kenyaman pengunjung juga menjadi prioritas utama kami,” pungkas penghobi masak yang tidak suka makan ini. Selain adanya salon kecantikan dan car wash, fasilitas lain yang akan dibangun untuk mendukung de la SIRRA Café & Resto ini adalah hall yang dapat menampung 150-200 orang sekaligus, juga tersedia tempat pertemuan kecil untuk 15 orang. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com