Sambutan Kafilah MTQN 2016 di NTB

H. Rusman, SH., MH. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) NTB (kiri) saat memberikan cindera mata kepada pimpinan kafilah Jambi.

 

Mataram, LombokInsider.com – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXVI di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2016 diharapkan menjadi momentum perubahan pelaksanaan MTQ yang bersih dan jujur dan NTB menjadi pelopornya.

Demikian disampaikan oleh Dr Muktar Ali, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI saat memberikan arahan dalam pembukaan registrasi ulang peserta MTQN, Kamis (28/7) di Asrama Haji NTB, Kota Mataram.

“Kami berharap MTQ kali ini juga menjadi momentum perubahan pelaksanaan MTQ  yang bersih dan jujur dan NTB menjadi pelopornya,” jelas Muktar Ali.

Dijelaskannya, panitia telah melakukan proses pendaftaran secara online. Dari sekitar 1.500 orang yang mendaftar, hanya 1200 yang lolos administrasi dan berhak untuk ikut serta dalam MTQN di Kota Mataram.

LAYANAN PANITIA. Para kafilah yang datang di bandara didampingi oleh pejabat penghubung dari Provinsi NTB.

LAYANAN PANITIA. Para kafilah yang datang di bandara didampingi oleh pejabat penghubung dari Provinsi NTB.

“Mekanisme pendaftaran ada tujuh langkah, para kafilah dari masing-masing daerah diharap mematuhinya dan memang verifikasi pendaftaran semakin diperketat terutama pencocokan wajah para peserta dengan foto yang dilampirkan pada saat melakukan pendaftaran melalui online,” tambah Muktar Ali.

Pelayanan Terbaik

Sementara itu kafilah-kafilah peserta MTQN mulai berdatangan ke Lombok. Hari ini kafilah yang sudah hadir antara lain dari Provinsi Kalimantan Tengah, Bengkulu, Jawa Barat, Maluku Utara, Gorontalo, Jambi, dan Jawa Tengah.

Para kafilah disambut secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. “Saya mewakili Gubernur sangat bersyukur karena para peserta yang telah tiba dengan selamat di Mataram pulau seribu masjid, untuk mengikuti gelaran acara MTQ Nasional dan berterima kasih karena telah mempercayakan even besar ini kepada kami masyarakat NTB,” kata H. Rusman, SH., MH. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) NTB.

Selain itu menurutnya MTQ kali ini merupakan yang ke-dua NTB sebagai tuan rumah setelah pada 1973 atau 43 tahun yang lalu, sehingga sebagai tuan rumah berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu yang datang.

“Pelaksanaan MTQ ini harus dijadikan ajang syiar Islam kepada seluruh masyarakat, bukan semata-mata mengejar juara walaupun menjadi juara adalah salah satu target,” kata Rusman.

Pewarta: Agus Apriyanto

Penyunting: Kasan Mulyono

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono