Night ride Bukit Korea Mataram
Ngopi di Alfamart. Inilah beruga sederhana warung kopi yang disebut Alfamart.

Ngopi di Alfamart. Inilah beruga sederhana warung kopi yang disebut Alfamart.

Mataram, LombokInsider.com – Bagi pesepeda gunung yang sudah kelas kecanduan, sehari tidak bersepeda bisa bikin kaki terasa gatal dan hati jadi galau. Apalagi ini tidak bisa gowes selama satu bulan karena puasa Ramadhan. Lalu, kalau siang puasa, kenapa tidak gowes malam hari? Maka jadilah acara night riding atau gowes malam hari.

“Idenya berawal dari beberapa teman goweser dari pelbagai komunitas yakni dari Monjok, Rawones, LMBC dan lainnya untuk melakukan gowes malam hari atau night ride ke Bukit Korea pada Sabtu malam usai sholat isya’. Ide dadakan ini pun terlaksana berkat komitmen sesama goweser,” kata Mansyur, goweser LMBC.

Tak disangka ada 75 orang yang ikut dalam gowes malam ini. Perjalanan dimulai dari Alfamart Rembiga. “Etape pertama kami berhenti di warung kopi ‘Alfamart’. Berhenti sejenak minum kopi. Ada yang makan mi rebus. Seru,” kata Mansyur, yang sehari-hari bekerja sebagai Kepala Bagian Hukum di Pemkot Mataram.

Indah Kota Mataram. Inilah Korea Kelapa. Dari sini Kota Mataram kelihatan indah.

Indah Kota Mataram. Inilah Korea Kelapa. Dari sini Kota Mataram kelihatan indah.

Setelah puas ngopi, perjalanan dilanjutkan naik ke Korea Kelapa. Di ruang terbuka yang diteduhi pohon-pohon kelapa ini pemandangan Kota Mataram tampak indah di tengah kegelapan malam.

“Di sini kami bakar singkong dengan api unggun sambil memandangi bintang di langit yang indah serta memandangi hamparan Kota Mataram dengan gemerlap cahaya-cahanyanya. Dari masjid-masjid desa, kami sayup-sayup mendengar suara bacaan Al Qur’an. Indah sekali,” kata Masyur.

Setelah puas menikmati alam dan bercengkerama, tepat pukul 1 pagi, rombongan turun dengan hati-hati di bawah sinar lampu sepeda.

“Tantangan gowes malam adalah terbatasnya penghilatan

Menembus Malam. Peserta menggunakan lampu untuk penerang jalan. Tidak aman 100%, tapi asyik 1000%.

Menembus Malam. Peserta menggunakan lampu untuk penerang jalan. Tidak aman 100%, tapi asyik 1000%.

dan malam ini medannya licin berlumpur. Tapi asyik,” kata Mansyur.

Sementara peserta lain, Julian Arlindianto,”Memang gowes malam tidak 100% aman, namun 1000% asyik.”

Memang cukup nekat apa yang dilakukan oleh para pesepeda ini karena jalur turunan Bukit Korea adalah single track yang cukup terjal. Jalur itu juga agak rusak di musim hujan ini apalagi beberapa ruas rusak parah akibat ada truk yang mengambil pasir. Tapi ya itulah. Namanya juga sudah kegemaran, tidak bisa gowes siang, maka mereka pun gowes malam.

Keren teman-teman! Sayang saya tidak bisa ikut. (LI/KM)

Tags:
About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono