Mataram, LombokInsider.com – Selain berenang dan berkuda, memanah merupakan bagian dari olah raga yang disunnahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kegiatan olah raga memanah ini tentu saja akan membawa pahala bagi kaum muslimin yang melakukannya, karena telah melaksanakan apa yang dicontohkan Rasul. Apalagi olah raga tersebut dilakukan pada saat bulan Ramadhan, pasti pahalanya akan berlipat.

Pada saat bulan Ramadhan, kegiatan positif berupa olah raga memanah itulah yang dilakukan sejumlah warga Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) di komplek Islamic Center NTB, untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa alias ngabuburit.

“Memanah itu bukan soal mencapai sasaran, tetapi lebih mengendalikan pikiran supaya fokus dan mencapai target,” kata Salehhudin, Pelatih Club Panahan Mataram (CPMA), di arena komplek Islamic Center, Mataram.

Salehhudin menyatakan, kegiatan olah raga memanah ini dalam rangka memeriahkan even Pesona Khazanah Ramadan (PKR) 2018 yang di gelar oleh Pemerintah Provinsi NTB dan Dinas Pariwisata NTB.

“Alhamdulilah, kegiatan latihan memanah di Islamic Center ini sudah dilakukan untuk yang kedua kalianya pada saat bulan Ramadan, dari Club Panahan Mataram untuk mengelola salah satu stan di PKR”, tuturnya.

Salehhudin menambahkan, memanah ini merupakan olah raga yang istimewa, untuk umat Muslim. Pasalnya, selain menyehatkan badan, juga menjalankan sunnah Rasul, olah raga panahan ini untuk melatih konsentrasi, ketenangan, jiwa pemberani dan mental pemenang.

Namun, menurut dia, olahraga panahan tesebut tidak sembarangan dilakukan karena ada aturan tertentu agar saat memanah berlangsung aman, dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Olah raga memanah ini tidak sembarangan di lakukan, perlu area yang benar-benar aman”, katanya menambahkan.

Salah satu warga, Panca Nugraha tertarik mencoba panahan karena menjadi bagian dari sunnah rasul tersebut. Pria asal Mataram, berusia 38 tahun itu mengaku kesulitan saat mengarahkan anak panahnya menuju target.

“Ternyata susah juga ya mengenai sasaran, sangat diperlukan konsentrasi dan juga latihan memanah yang terus menerus agar anak panah bisa kena sasaran”, katanya.

Hal yang sama dikatakan Hairudin, 32 tahun asal Kediri, Lombok Barat. Menurutnya, selain membutuhkan konsentrasi yang tinggi, memanah juga membutuhkan ketenangan diri.

“Tangan memegang busur, mata fokus ke sasaran, pikiran harus konsentrasi, tenangkan diri, In Sya Allah anak panah akan tepat sasaran”, ucapnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com