Tambang Batu Hijau

“Menjual saham kami di PTNNT dengan harga yang wajar adalah sesuai dengan prioritas strategis kami untuk mengurangi hutang, mendanai proyek-proyek berlaba paling tinggi dan menciptakan nilai bagi pemegang saham,” kata Gary Goldberg, President & Chief Executive Officer.

Gary J. Goldberg President and Chief Executive Officer

Gary J. Goldberg President and Chief Executive Officer

Denver, LombokInsider.com — Newmont Mining Corporation telah meneken perjanjian jual beli saham yang mengikat dengan PT Amman Mineral Internasional (PT AMI) untuk menjual sahamnya di PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT), yang mengoperasikan tambang tembaga dan emas Batu Hijau di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Demikian siaran pers yang dikeluarkan oleh Newmont pada Kamis (30/6) malam WIT.

Harga yang diperhitungkan adalah $1,3 miliar (setara Rp16,9 triliun) untuk kepemilikan ekonomis Newmont sebesar 48,5 persen di PTNNT. (Catatan: Bila nilai 48,5 persen saham PTNNT adalah Rp16,9 triliun, maka nilai 100% saham PTNNT adalah Rp34,84 triliun.) Nilai ini terdiri dari pembayaran tunai sebesar $920 juta yang akan dibayar saat transaksi diselesaikan dan pembayaran bersyarat sebesar $403 yang dikaitkan dengan kenaikan harga logam dan pengembangan prospek Elang. Nusa Tenggara Mining Corporation, yang saham mayoritasnya dimiliki Sumitomo Corporation, juga telah setuju untuk menjual saham miliknya ke PT AMI.

“Menjual saham kami di PTNNT dengan harga yang wajar adalah sesuai dengan prioritas strategis kami untuk mengurangi hutang, mendanai proyek-proyek berlaba paling tinggi dan menciptakan nilai bagi pemegang saham,” kata Gary Goldberg, President & Chief Executive Officer. “Kami percaya PT AMI, dengan dukungan tim Batu Hijau yang berpengalaman, akan mampu melanjutkan operasi tambang ini dengan baik. Kami menghargai dan berterima kasih kepada karyawan Batu Hijau, pemerintah Indonesia dan mitra penting kami Sumitomo atas dukungan mereka bagi keberhasilan penyelesaian jual beli dan transisi kepemilikan ini.”

Transaksi jual beli saham ini diperkirakan akan diselesaikan pada triwulan ketiga tahun ini setelah diperolehnya persetujuan pemerintah dan dipenuhinya persyaratan-persyaratan lainnya. Persyaratan ini termasuk persetujuan pemerintah atas pengalihan saham PTNNT; izin ekspor pada saat penutupan transaksi; penyelesaian secara bersamaan penjualan 24 persen saham PT Multi Daerah Bersaing (PTMDB) kepada para pembeli; penyelesaian sejumlah permasalahan perpajakan; dan tidak adanya kejadian buruk yang bisa berdampak besar bagi nilai Batu Hijau di masa mendatang.

Newmont telah menghasilan $1,9 miliar dari penjualan aset-aset bukan inti dan menurunkan hutang sebesar 37 persen sejak 2013 dengan tetap terus melakukan investasi untuk bertumbuh secara menguntungkan. Newmont telah membeli Cripple Creek & Victor di Colorado dan menambah cadangan emas sebanyak lima juta ounce pada akhir 2015. Perusahaan juga tengah menyelesaikan empat proyek pengembangan yang menguntungkan di Amerika Serikat, Australia dan Suriname yang diharapkan menambah produksi sebesar satu juta ounce emas dalam dua tahun ke depan. (LI/KM)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono