Mataram, LombokInsider.com – Meski Pemerintah Provinsi NTB melalui pihak-pihak yang berwenang telah mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan waspada dalam menyikapi hoaxnya informasi atau isu terkait akan terjadinya gempa besar disertai tsunami yang akan terjadi pada 26 Agustus kemarin, namun tetap saja sebagian besar masyarakat di Kota Mataram sudah termakan isu hoax tersebut.

Isu hoax itu begitu menyesatkan dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Karena secara ilmiah, berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada, belum ada alat yang dapat mendeteksi kapan dan seberapa besar gempa yang akan terjadi, apalagi diikuti dengan tsunami.

Terbukti hingga hari ini, Senin (27/8) apa yang menjadi isu tersebut tidak terjadi.

Dari hasil penelusuran LombokInsider.com pada Ahad (26/8), sejak pagi hingga malam jalan-jalan di Kota Mataram tampak cukup sepi dan lengang. Hal ini disebabkan sebagian besar masyarakat khususnya yang tinggal di tepi pantai sudah pergi mengungsi ketempat yang dirasa cukup aman dari terjangan tsunami yang diyakini akan terjadi.

Pasar Kebon Roek di Kecamatan Ampenan, yang merupakan pasar teramai di Kota Mataram, pada Ahad pagi tampak sangat lengang. Karena sebagian besar para pedagang takut dan sudah pergi mengungsi.

Pihak berwajib telah berhasil membekuk bagian dari para penyebar hoax tersebut yang ternyata adalah komplotan pencuri. Masyarakat dihimbau untuk bijak dalam menyebarkan berita, agar tidak menjadi bagian dari penyebar hoax.

“Jangan sampai justru share informasi hoax bisa dipidana,” kata Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra. Tri Budi Pangastuti, MM.

Berita hoax sangat mudah tersebar apabila masyarakat hanya melihat judul kemudian disebarkan tanpa melihat kebenaran isi berita tersebut. Agar tidak berdampak destruktif, pemerintah memagari dengan aturan.

“Penyebar hoax bisa dijerat dengan KUHP dan UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” jelas Tri Budi.

Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan waspada, karena memang hingga saat ini masih terus terjadi gempa susulan. Berdasarkan penelitian, gempa yang saat ini sering mengguncang Pulau Lombok dan Sumbawa merupakan bagian dari Gempa Dunia yang juga menerpa negara-negara lainnya. (LI)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com