Mataram, LombokInsider.com – Pemerintah Provinsi NTB sangat serius dalam upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) daerah yang ada saat ini, khususnya dari kalangan generasi muda, baik pelajar dan mahasiswa. Hal ini terlihat dari berbagai upaya yang dilakukan, antara lain dengan memberikan beasiswa ke luar negeri, terbentuknya rumah bahasa, revitalisasi SMK dan Posyandu.

Sejak 2018 hingga 2019 ini tercatat 265 orang putra putrid NTB yang telah dikirim ke luar negeri, dari jenjang S1, S2 dan S3. Beberapa negara tujuang mahasiswa yang diirim diantaranya; 152 orang ke Malysia (S2), 72 orang ke Polandia (S2), 23 orang ke China (S1) dan 18 orang ke China dan Taiwan (S3).

Pada sebuah kesempatan melepas penerima beasiswa, Gubernur NTB, Dr. Ir. H. Zulkieflimansyah berpesan untuk memperhatikan segala hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk keberangkatan.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu berharap mereka dapat menjadi inspirasi pemuda lainnya yang ada di NTB. Sehingga semakin banyak mahasiswa-mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri demi tercapainya NTB yang gemilang.

“Teman-teman mahasiswa yang dipilih ini bukan hanya pintar, tapi saya yakin teman-teman punya mental yang kuat untuk berjuang, meretas jalan baru yang pernah dilakukan oleh para pahlawan,” ujar Gubernur.

Gubernur NTB juga berharap untuk mahasiswa senatiasa menjaga nama baik daerah di Polandia maupun Malaysia sehingga dapat tercipta jembatan pengertian dengan banyak negara dan dapat mengharumkan nama baik NTB di kancah internasional.

Bukan hanya beasiswa, Pemprov NTB juga membuka Rumah Bahasa, merupakan sebuah space terbuka untuk masyarakat dan tempat meningkatkan kemampuan dan penguasaan bahasa asing khusunya  Bahasa Inggris. Mereka bisa mengakses internet gratis, mencari informasi seputar melanjutkan studi ke luar negeri dan beasiswa. Rumah Bahasa juga menjadi co-working space untuk anak-anak muda dalam rangka berbagi ide dan gagasan( rumahide) serta inspirasi (rumahinspirasi) untuk pembangunan NTB.

Selain itu beasiswa dan rumah bahasa, revitalisasi Posyandu dan SMK juga menjadi konsen pemerintah dalam meningkatkan daya saing SDM yang ada.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd mengatakan, saat ini Posyandu selalu identik dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak saja. Namun dengan adanya program unggulan revitalisasi Posyandu, fungsi dari keberadaan Posyandu di tingkat desa dan kelurahan semakin diperluas dengan fungsi edukasi dan penanganan masalah sosial masyarakat.

Menurutnya, percepatan sertifikasi terhadap kader-kader Posyandu terlatih di NTB, merupakan langkah untuk mensukseskan program revitalisasi Posyandu di seluruh desa dan kelurahan se-NTB.

”Saya berharap dengan adanya sertifikasi terhadap kader-kader yang telah terlatih tersebut, program ini akan berjalan dengan baik sesuai yang telah ditargetkan pada tahun 2023,” tegasnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com