Rakor Kemenpar Bidang MICE

 

Lombok Berpeluang Rebut Pasar MICE Nasional

 

Sektor MICE ditargetkan naik 5% sampai 2019.

Sektor MICE ditargetkan naik 5% sampai 2019.

Jakarta, LombokInsider.com – Menteri Pariwisata menargetkan pertumbuhan MICE ditingkatkan dari 5% menjadi 10% pada 2019 dan menempatkan  MICE sebagai produk unggulan pariwisata nasional karena kontribusinya  terhadap kunjungan wisman maupun peningkatan perjalanan wisnus cukup besar.

“MICE  masuk dalam lima teratas  atau top five contributors dalam mendatangkan wisman, selain wisata belanja dan kuliner;  wisata heritage & religi;  wisata bahari;  dan wisata olahraga. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengamanatkan agar pertumbuhan MICE ditingkatkan dari 5% menjadi 10% pada 2019 mendatang,” Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara (BP3N) Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty, mengatakan saat rapat koordinasi bidang MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) Lintas Provinsi di Jakarta, Rabu (1/6).

Rapat koordinasi ini dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi para stakeholder  dalam wujudkan  Indonesia sebagai destinasi MICE kelas dunia sekaligus mendukung program Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia yang tahun ini mentargetkan 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 260 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air, demikian Esthy mengatakan dalam sambutan pembukaannya.

Daya Saing Global

Esthy Reko Astuty menjelaskan lebih jauh, selain pertumbuhannya meningkat daya saing MICE Indonesia di tingkat global harus juga meningkat dari kondisi saat ini  menurut data ICCA berada di posisi 42 dunia  dan berada di ranking  12 untuk kawasan Asia Pasifik (Aspas) meningkat di ranking 8 Aspas dengan jumlah kegiatan event yang juga meningkat dari sebanyak 76 event menjadi 150 event pada 2019,”Dengan demikian kontribusi MICE terhadap peningkatan kunjungan wisman dan pergerakan wisnus serta perolehan devisa juga akan meningkat signifikan diproyeksikan mencapai US$ 2,5 miliar,” kata Esthy.

Esthy berharapkan kegiatan Rakor MICE akan menghasilkan pemikiran sebagai usulan yang dapat dilaksanakan oleh para pelaku bisnis MICE di Tanah Air dalam upaya memperkuat  MICE  Indonesia  agar dapat memenangkan persaingan bisnis  MICE di kawasan ASEAN maupun Aspas.

Peningkatan Fasilitas di Daerah

Asisten Deputi Pengembangan Segmen Bisnis  dan Pemerintah, Deputi BP3N Kemenpar, Tazbir  mengatakan  kegiatan MICE dalam negeri terus meningkat  terutama di lingkungan  korporasi  atau bisnis  dan  pemerintahan baik yang diselenggarakan sendiri maupun diserahkan kepada event organizer  atau PCO (Professional Conference Organizer). “Peningkatan kegiatan MICE dalam negeri ini telah menciptakan peluang pasar yang besar bagi para PCO di Tanah Air. Pangsa pasar di dalam negeri yang tumbuh besar menjadi kekuatan untuk memenangkan bisnis MICE global utamanya di kawasan Aspak,” kata Tazbir.

Tazbir mengatakan, meningkatnya kegiatan  MICE di dalam negeri  antara lain karena  banyak daerah yang kini  memiliki fasilitas konvensi dan pertemuan yang representatif.  “Fasilitas MICE di daerah  gencar dipromosikan. Daerah  gencar menawarkan diri sebagai daerah yang siap dikunjungi wisatawan MICE,” kata Tazbir.

Rakor MICE menghadirkan sejumlah nara sumber dari kalangan praktisi dan  akademisi antara lain; Ketua Umum DPP INCCA  Iqbal Alam Abdullah  memaparkan materi “Strategi Pengembangan Destinasi Wisata MICE di Indonesia” , praktisi dan pelaku bisnis MICE dari  Bali  Ida Bagus Lolec memaparkan “Kesiapan Pengembangan Destinasi MICE Daerah”  dan akademisi pariwisata Santy Palupi memaparkan “Industri MICE”. Rakor diikuti sekitar 150 peserta antara lain Kepala Dinas Pariwisa dari 35 Provinsi di Indonesia,  pelaku bisnis pariwisata, asosiasi pariwisata (ASITA, PHRI, INCCA, ASPERAPI) , perguruan tinggi, JCC, ICE BSD, JIExpo, media, dan pejabat dan staf di lingkungan Asdep Bisnis dan Pemerintah Kemenpar.

Lombok dengan keunggulan destinasi wisata dan mulai memadainya fasilitas MICE dengan dibangunnya hotel-hotel dan gedung-gedung pertemuan berskala besar dalam lima tahun terakhir mempunyai peluang besar untuk menjadi salah satu destinasi MICE terbaik Indonesia. (LI/KM)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono