kapal pengangkut gas medco energy

LombokInsider.com – Newmont dan Sumitomo secara resmi telah mengumumkan kesepakatan jual beli saham mereka di PT Newmont Nusa Tenggara kepada PT Amman Mineral International (PTAMI), Jumat (30/6). Pengumuman ini mengakhiri spekulasi dan desas-desus yang telah beredar sejak November 2015 saat Menko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengumumkan bahwa Medco Energi akan mengambil alih PTNNT. Lalu, siapa sosok investor di balik transaksi akuisisi mengejutkan ini? Berikut informasi yang digali dari pelbagai berita media di dalam dan di luar negeri.

Arifin Panigoro

Dr (HC) Ir. Arifin Panigoro adalah tokoh pertama yang muncul dalam gonjang-ganjing rencana akuisisi PTNNT. Dialah yang bersama Menko Kemaritiman Rizal Ramli mengumumkan rencana akuisisi PTNNT.

Arifin Panigoro, lulusan teknik elektro ITS 1973 adalah pendiri dan pemilik Medco Group, yang awal usahanya adalah jasa pengeboran sejak 1980(Medco: Meta Epsi Drilling Company). Pada tahun 1998, ia mengundurkan diri dari jajaran manajemen Perseroan, dan sejak itu menjabat sebagai penasihat, khususnya untuk mengidentifikasi peluang bisnis baru di bidang minyak dan gas.

Medco Energy International kini dijalankan oleh mantan Ketua BKPM dan Dubes Indonesia untuk Jepang, Muhammad Lutfi sebagai Komisaris Utama dan Hilmi Panigoro, adik Arifin, sebagai Direktur Utama. Medco Energy International saat ini memiliki portofolio di bisnis eksploitasi minyak dan gas, perdagangan gas, kelistrikan dan tambang batubara.

Arifin Panigoro, pemilik Medco Group

Arifin Panigoro, pemilik Medco Group

Seperti dilaporkan Reuters (1/7) Arifin Panigoro mengatakan bahwa kelompoknya telah mendapatkan restu dari Presiden Jokowi untuk membeli PTNNT karena ini merupakan kepentingan nasional.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan bahwa pembelian PTNNT merupakan transaksi antar pengusaha, namun ini merupakan perkembangan yang bagus utamanya karena pembelinya adalah perusahaan nasional.

Menurut Medco, pembelian PTNNT didukung oleh bank pelat merah yakni Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia.

Agus Projosasmito

Pembeli saham Newmont dan Sumitomo di PTNNT adalah PT Amman Mineral Internasional. Tidak banyak informasi yang bisa diperoleh mengenai perusahaan ini selain informasi bahwa ini adalah perusahaan Indonesia yang berkantor di Menara Karya Lantai 6, Jl. HR Rasuna Said Blok X-5 Kav 1-2, Kuningan, Jakarta.

Namun, perusahaan ini dikaitkan dengan Agus Projosasmito, seorang bankir kawakan mantan Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas, Jakarta. Agus Projosasmito adalah pendiri dan CEO tambang batu bara PT Ithaca Resources dan Presiden Komisaris NC Securities.

Menurut Bloomberg (27/1), sebuah konsorsium yang dipimpin oleh Agus Projosasmito tengah mencari pendanaan untuk akuisisi saham Newmont Mining Corp di PTNNT.  Konsorsium ini melibatkan keluarga Kiki Barki, yang memiliki tambang batubara PT Harum Energy, dan Arifin Panigoro, pendiri Medco Group.

Kelompok Projosasmito dalam mendanai pembelian ini dengan kombinasi ekuitas, hutang dan pembiayaan. Konsorsium ini berencana membeli saham mayoritas di PTNNT pada pertengahan tahun 2016.

Kelompok ini berencana meminjam dana sebesar $1 miliar dari beberapa bank termasuk BNP Paribas SA, Malayan Banking Bhd dan Societe Generale SA, serta PT Bank Negara Indonesia dan PT Bank Mandiri, kata Bloomberg.

Bloomberg lebih lanjut menyatakan bahwa PT Medco Energi Internasional dan Projosasmito akan menjadi pemegang saham setelah pembelian saham PTNNT. Mereka juga akan membeli 24 persen saham PTNNT yang dimiliki oleh PT Bumi Resources Minerals.

Namun informasi yang berbeda diberitakan oleh katadata.com (1/7). Disebutkan bahwa PT Medco Energi Internasional Tbk akan segera merampungkan transaksi akuisisi mayoritas saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), dengan nilai sekitar Rp 34 triliun. Megatransaksi yang kabarnya sudah berhembus sejak akhir tahun lalu itu, didukung oleh bankir investasi kawakan Agus Projosasmito dan tiga bank BUMN.

Presiden Direktur Medco Energi Hilmi Panigoro menyatakan, perusahaannya baru saja mengakuisisi saham PT Amman Mineral Internasional (AMI), yang mengendalikan 82,2 persen saham Newmont. Nilai pembelian 100 persen saham AMI itu US$ 2,6 miliar atau sekitar Rp 34 triliun. Sedangkan AMI telah membeli saham Newmont Nusa Tenggara dari Newmont Mining Corporation, Sumitomo Corporation, PT Multi Daerah Bersaing, dan PT Indonesia Masbaga.

Itulah dua tokoh utama yang terlibat dalam akuisisi saham PTNNT sebagaimana dilaporkan oleh pelbagai media. (LI/KM)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono