Universitas Waterloo, Kanada. (Foto: CBCNews)

Ottawa, Kanada, LombokInsider.com – Cendikiawan (Diki) Suryaatmadja, bocah jenius Indonesia umur 12 tahun akan mulai kuliah di Kanada, Kamis ini dengan teman kuliah yang umurnya dua kali lebih tua, namun tampaknya dia tidak sendirian. Demikian dilaporkan oleh harian Arabnews yang mengutip kantor berita Agence France Presse, Rabu (7/9).

Diki Suryaatmadja akan mengambil jurusan fisika dan mengambil mata kuliah tambahan matematika, kimia dan ekonomi di Universitas Waterloo di Ontario.

JENIUS. Diki, 12 tahun, saat diwawancarai oleh wartawan di Kanada.

JENIUS. Diki, 12 tahun, saat diwawancarai oleh wartawan di Kanada.

Bocah jenius ini dilaporkan mendaftar kuliah setelah menyelesaikan sekolah dengan percepatan di Indonesia dan belajar bahasa Inggris dengan menonton film.

Diki belajar Bahasa Inggris secara mandiri selama sekitar enam bulan, dengan tinggal di Singapura, membaca artikel berbahasa Inggris dan menonton film berbahasa Inggris dengan terjemahan, terutama film komedi.

“Sedikit demi sedikit, secara osmosis, kita bisa mempelajari bahasa,” kata Diki kepada CBC News.

Diki adalah mahasiswa termuda yang pernah mendaftar di Universitas Waterloo, salah satu kampus terbaik di Kanada, kata pejabat kampus.

Dia merupakan salah satu anak muda yang memulai pendidikan tinggi saat masih muda. Sementara itu Universitas Cornell di New York juga menerima mahasiswa baru yang berumur 12 tahun Jeremy Shuler minggu ini.

Data statistik menunjukkan bahwa dalam satu abad terakhir umur mahasiswa yang paling muda semakin muda.

Bocah Amerika Michael Kearney, lahir 1984, masih tercatat sebagai yang termuda yang lulus kuliah pada usia delapan tahun. Dia telah menjadi dosen di kampus saat umur belasan tahun.

Petugas pendaftaran Universitas Waterloo menyampaikan bahwa usia bukan faktor yang dipertimbangkan dalam keputusan untuk menerima Diki, yang menurut mereka merupakan salah satu calon mahasiswa yang memiliki prestasi akademik terbaik dari keseluruhan calon mahasiswa yang diterima tahun ini.

“Dia memiliki nilai yang fenomenal,” kata Andre Jardin, petugas pendaftaran. “Dia sepenuhnya siap secara akademis. Yang harus kita atasi adalah fakta bahwa dia adalah bocah usia 12 tahun.”

Sementara itu, Diki menyampaikan kepada televisi CBC bahwa dia “sangat girang dan ingin segera bertemu dengan mahasiswa lain dan menjalin pertemanan.”

Dia ingin menerapkan ilmu yang dipelajarinya dalam bidang energi terbarukan.

Selama di Kanada, Diki akan tinggal dengan ayahnya di apartemen dekat kampus, dan mengatakan bahwa dia ingin segera belajar bermain ski es.

“Saya perlu belajar ski es. Saya belum bisa. Saya pasti akan jatuh,” kata Diki.

Sesuai namanya, Diki memang cendekia dan jenius. Membanggakan. Ternyata banyak orang Indonesia yang tidak kalah cerdas dibanding Bill Gates. (LI/KM)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono