Jakarta, LombokInsider.com – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani menyebut bahwa setiap korban meninggal akan mendapat santunan sebesar Rp15 juta, hal ini disampaikannya saat berada di kawasan terdampak tsunami di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Selasa (25/12).

“Untuk santunan yang diberikan, satu orang Rp 15 juta. Saat ini, kita masih mendata berapa orang yang meninggal dan berhak mendapatkan santunan untuk ahli warisnya,” janji pemerintah lewat Puan Maharani.

Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis akibat tsunami di Selat Sunda di Banten dan Lampung hingga Rabu (26/12) pukul 13.00 WIB , tercatat 430 orang meninggal.

Dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu siang tadi, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan. “Sampai hari keempat, tercatat 430 meninggal dunia, 1.495 korban luka, dan 159 orang masih hilang,” katanya.

Sementara korban yang masih mengungsi mencapai 21 ribu orang. “Jumlah pengungsi terus mengalami kenaikan,” tambahnya.

Sutopo juga menambahkan, sejauh ini Kabupaten Pandeglang di Banten jadi wilayah yang paling parah terdampak tsunami. Termasuk Kabupaten Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.

Penyebab Tsunami yang terjadi di Selat Sunda diyakini dipicu oleh longsor oleh bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang ada di tengah laut.

Sehingga kedatangan tsunami datang tanpa peringatan dini dan tanda-tanda alam seperti surutnya air laut di pantai.

Untuk itu, sampai saat ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika masih mengimbau warga untuk tidak beraktivitas di kawasan pesisir terutama di Selat Sunda. (LI)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com