SmartFlyer

Bagian 2: Snapchat Jadi Pemain Utama Media Sosial Berikutnya?

Kasan Mulyono

Mataram, LombokInsider.com – Kebanyakan pelaku industri perjalanan yakni agen-agen perjalanan belum banyak yang memanfaatkan Instagram. Kebanyakan pelaku industri perjalanan sepakat bahwa mereka masih belum banyak menggunakan Instagram sebagai penggerak awal yang potensial agar orang melakukan perjalanan. Namun ada beberapa perusahaan yang telah berhasil menggunakan platform media sosial ini.

Mereka yang berhasil itu tampaknya telah menguasai Instagram memiliki resep yang berbeda-beda agar berhasil. Resep itu antara lain gambar yang jelas, hashtag atau hal lain. Demikian tulis Jamie Biesiada dalam dalam kolomnya di Travel Weekly edisi 6 Juni 2016.

Salah satunya adalah SmartFlyer (@thesmartflyer), sebuah agensi Virtuoso, yang memiliki akun Instagram yang memiliki 12.000 pengikut dan pengelolaannya diawasi langsung oleh direktur urama perusahaan, Erina Pindar. “Sederhana saja mengapa akun kami berhasil yakni gambar yang bermutu

Mulai Dilirik. Dengan konten yang dibuat oleh pengguna, Snapchat mulai dilirik kalangan agen perjalanan untuk promosi.

Mulai Dilirik. Dengan konten yang dibuat oleh pengguna, Snapchat mulai dilirik kalangan agen perjalanan untuk promosi.

baik. Kami sangat ketat dalam hal ini,” kata Erina.

“Saya sangat menyukai Instagram karena sifatnya yang visual, dan travel adalah visual,” kata Erina.

Sementara Samantha Murdock, agen CCRA International, mengatakan bahwa hampir semua bisnisnya berasal dari media sosial, kebanyakan Instagram.

Untuk mengenalkan dirinya sebagai seorang agen berkelas melalui media sosial, ia tidak perlu melakukan penawaran-penawaranpenjualan namun sebaliknya ia menggambarkan jenis-jenis perjalanan yang ia percaya menarik kliennya.

“Saya tidak pernah mengatakan kepada siapapun, ‘He pesan di saya, pesan di saya, pesan di saya,’ katanya. “Namun Anda akan melihat saya berada di sebuah hotel bintang lima. Anda akan melihat saya makan di hotel atau restoran tertentu. Lalu kemudian saya akan berkata, ‘Nah, bila Anda ingin berada di sini juga, Anda bisa.’”

Handle akun Murdock (@samtravelchick), fokkus untuk memasang foto-foto yang menarik bagi kliennya yang mewah. “Bila Anda menjual suatu produk, itulah yang harus Anda pasang di media sosial Anda setiap waktu,” katanya.

Murdock memiliki lebih dari 13.500 pengikut dan dia sering memmpebarui akunnya dan berinteraksi dengan pengikutnya di Instagram. “Perlu banyak waktu. Namun saya kira ini merupakan cara terbaik untuk melakukannya sehingga bisa tumbuh secara alami,” katanya.

Snapchat Jadi Pemain Utama Berikutnya?

Kini platform media sosial yang banyak dipikirkan oleh industri perjalanan adalah Snapchat, aplikasi telepon pintar yang memungkinkan pengguna untuk mengirim foto dan video pendek ke pengguna lain atau publik dalam “story” mereka. Dengan pilihan untuk menggambari foto dan video, juga menambah filter, emoji dan teks, pengguna dapat mengirim konten yang tak terbatas. Meskipun setelah dikirim, konten tersebut akan menghilang dalam waktu 24 jam.

“Saya belum tahu dan belum mendengar perusahaan travel yang berhasil menggunakan Snapchat. Namun, But then it disappears. Namun aplikasi ini memiliki kekuatan pada penciptaan konten oleh pengguna. Ini yang sangat kuat karena keberhasilan media sosial tergantung pada pengguna,” kata Andy Ogg, sales and marketing director Ogg Marketing Group.

“Jadi tergantung pada ceruk mana yang disasar, apa kekhususan mereka dan klien seperti apa yang akan disasar,” katanya.

Snapchat cukup populer di kalangan anak muda. Menurut Snapchat, 37% penggunanya di Amerika Serikat berumur antara 18 dan 24 tahun. Hanya 2% yang berumur 55 tahun atau lebih.

Melihat basis penggunanya adalah kaum milenial, yang menurut studi sangat mungkin menggunakan agen perjalanan, maka Snapchat merupakan platform media sosial yang perlu diperhatikan.

SmartFlyer, Virtuoso agency, mulai menjajagi Snapchat. “Ada peluang yang besar di Snapchat,” kata managing director Erina Pindar.

Agensi ini mulai menggunakan Snapchat dan meminta agennya yang sedang bepergian untuk mengunggah foto dan video perjalanan mereka melalui Snapchat.

 

“Ini benar-benar super baru, namun kami mendapatkan perhatian yang cukup bagus, jadi ini sangat menggairahkan,” katanya.

Sumber:

http://www.travelweekly.com/Travel-News/Travel-Technology/Focus-Social-Media-Missing-big-picture

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono