Makkah, LombokInsider.com – Pada malam 27 Ramadan, hampir dua juta jamaah melakukan sholat isha dan tarawih di Masjid Agung Haram dalam suasana yang penuh dengan keimanan, kedamaian dan ketenangan jiwa. Demikian Arabnews.com melaporkan, Minggu (3/7).

Jamaah yang mencari Malam Lailatul Qadar pada 10 malam terakhir Ramadan, melakukan ibadahnya dengan mudah dan nyaman berkat besarnya layanan yang disediakan oleh pemerintah Pelayan Dua Masjid Suci, gelar penguasa Arab Saudi.

Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al-Faisal, yang menjadi penasehat bagi Pelayan Dua Masjid Suci Raja Salman, menyatakan bahwa melayani pengunjung Masjid Haram merupakan sebuah kehormatan besar.

“Semua orang tanpa mengenal lelah bekerja untuk mencapai tingkat maksimum dalam kenyamanan dan sarana dalam hari-hari terakhir Ramadan,” katanya.

Dalam konteks ini, ia mengacu pada pekerjaan perluasan baru yang sedang dikerjakan di Masjid Haram, yang memberikan kemudahan bagi para tamu Allah.

Sementara itu, badan-badan pemerintah terkait telah menyiapkan layanan termasuk keamanan, lalu lintas, kesehatan dan kampanye penyadaran, untuk melayani sekitar 2 juta jamaah umrah dan sholat pada malam istimewa ini.

Ketua Urusan Dua Masjid Agung telah mengerahkan semua sumber daya yang dimiliki di gerbang-gerbang masuk, menyediakan pekerjaan-pekerjaan perbaikan dan menambah tenaga kerja dan peralatan yang dibutuhkan.

Ketua Urusan juga mengerahkan staf pada semua halaman Masjid Agung untuk mengatur massa

Masjid Nabawi Madinah

Masjid Nabawi Madinah

jamaah yang tiba di masjid. Mereka juga menyedian teks Al-Qur’an dengan pelbagai bahasa, dan membagikan buklet dan brosur keagamaan.

Dalam aspek teknis lain, Ketua Urusan telah memasang layar-layar elektronik di dalam dan sekitar Masjid Agung yang berisi arah dan panduan dalam pelbagai bahasa, sekaligus penyediaan kereta untuk orang-orang berkebutuhan khusus dan kereta listrik untuk jamaah dan pengunjung usia lanjut.

Sementara itu, Urusan Kesehatan di wilayah Makkah mengoperasikan dua pusat kesehatan di dalam Masjid Agung yang beroperasi 24 jam di Rumah Sakit Ajiyad Hospital untuk menangani keadaan darurat bagi pengunjung dan jamaah umrah di Masjid Agung, dengan merujuk beberapa kasus ke rumah sakit umum di Makkah untuk perawatan lebih lanjut di sana.

Walikota Makkah menyediakan 12.000 tukang bersih dengan peralatan yang dibutuhkan untuk mengumpulkan sampah di wilayah Makkah sementara Pertahanan Sipil menambah posnya menjadi 60 untuk menjangkau seluruh bagian Masjid Haram untuk mendukung jamaah yang membuthkan bantuan karena ramainya pengunjung.

Tim lalu lintas bersepeda motor juga memainkan peran penting dalam penanganan laporan kecelakaan dengan cepat di daerah yang ramai sementara papan-papan petunjuk memberikan informasi keselamatan kepada para jamaah umrah.

Pesan singkat juga dikirimkan untuk mengatur kelompok-kelompok dari hotel ke Masjid Agung untuk menghindari risiko dengan meningkatnya jumlah jamaah di mataf dan masaa.

Di luar Masjid Agung, Polisi Makkah memperbanyak patroli keamanan di jalan raya menuju Makkah, distrik, jalan, pusat perbelanjaan dan pertokoan untuk memastikan keamanan dan memandu pengunjung ke tempat parkir yang disediakan.

Sedangkan perusahaan transportasi cabang setempat Saudi Public Transport Company (SAPTCO) menyiapkan armada bus dalam jumlah besar untuk jamaah umrah dan pengunjung dari tempat parkir ke Masjid Agung untuk melaksanakan sholat isha dan tarawih pada hari itu.

Helikopter keamanan umum juga meningkatkan pemantauan udara terhadap situasi keamanan dan lalu lintas di kota suci dan melaporkan ke pihak terkait untuk mengambil tindakan yang sesuai. (KM)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono