Mataram, LombokInsisder.com – Kurangnya pemahaman tentang manfaat investasi saham melalui pasar modal dan maraknya kasus penipuan investasi bodong yang terjadi membuat sebagian besar masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di Kota Mataram trauma atau kurang tertarik untuk berinvestasi.

“Sejauh ini masyarakat di Kota Mataram, memang belum terlalu tertarik untuk investasi saham di pasar modal, dari 260 juta penduduk Indonesia dan 5 juta penduduk NTB, investor yang masuk dalam investasi saham di pasar modal baru sekitar 815 ribu orang,” kata I Gusti Ngurah Sandiana, Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) cabang NTB, pada Workshop Wartawan Pasar Modal NTB di Mataram, Sabtu (24/11).

Padahal menurut Ngurah, potensi transaksi maksimal yang terjadi di pasar modal bisa 6.500 Triliun per tahun, dari 611 perusahaan yang sudah go publik.

“Potensi transaksi sangat besar, sehari bisa mencapai 8 Triliun, atau maksimal bisa mencapai 6.500 Triliun per tahun. Sayang memang, masyarakat belum banyak yang paham dan tertarik,” jelasnya.

Oleh sebab itu, BEI NTB berinisiatif melaksanakan workshop untuk wartawan di NTB, untuk memberikan gambaran dan pemahaman tentang pentingnya investasi saham di pasar modal.

“Kedepannya kami berharap masyarakat di NTB melalui berita di media, akan lebih paham dan mengerti tentang manfaatnya berinvestasi saham di pasar modal. Sehingga akan lebih banyak lagi investor yang tertarik, otomatis akan membangun perekonomian di NTB secara umum,” tegas Ngurah.

Selain diberikan pemahaman tentang pasar modal kepada wartawan, workshop ini juga membahas tentang peran dari perusahaan asset management dan perusahaan sekuritas yang ada di NTB.

Yenni Fahriaumi Branch Manager Sinarmas asset management, menjelaskan pentingnya fungsi dari asset management dalam investasi pasar modal. Sementara Riadi, pemimpin cabang perusahan sekuritas di NTB, Indo Premier, memberikan pemaparan yang menarik tentang investasi saham di pasar modal. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com