Mataram, LombokInsider.com – Sebagai bagian dari kurikulum atau mata pelajaran yang diajarkan kepada mahasiswa di Universitas-universitas di Australia untuk mempelajari budaya dan bahasa Indonesia, sekitar 53 orang mahasiswa ini datang berkunjung ke Mataram Lingua Franca Institute (MaLFI), Lombok pada Rabu (18/1). Melalui Konsorsium RUILI yaitu konsorsium yang terdiri dari 4 universitas di Australia diantaranya universitas Tasmania, Universitas Charles Darwin, Universitas New England dan Universitas Sunshine Coast. Sejak 2016 konsorsium RUILI mempercayakan MaLFI sebagai partner untuk pembelajaran mahasiswa mereka. Kelas Bahasa Indonesia untuk mahasiswa RUILI diadakan selama 6 minggu yaitu dari Januari hingga Februari setiap tahunnya.

Menari. Beberapa Orang Mahasiswa Mempraktekan Tari Oncer Yang Telah Dipelajari Selama Berada di Lombok.

Mahasiswa Australia Belajar Bahasa dan Budaya

Pada 2017 ini, MaLFI kedatangan 53 mahasiswa untuk tahap pertama yang dimulai sejak 2-20 Januari dan nantinya akan datang lagi 28 mahasiswa pada tahap kedua yang akan dimulai pada tanggal 23 Januari hingga 10 Februari 2017. “Sebagai bagian dari program RUILI setiap tahapnya akan diadakan Hari Kebudayaan yaitu kegiatan yang bertujuan untuk lebih mengenalkan Budaya Indonesia, sekaligus sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan dan bakat mereka dalam hal seni, seperti menari, menyanyi, bermain drama dan lain sebagainya,” jelas Cahayani Agustiningrum, Manager Operasional MaLFI Mataram, yang juga pernah belajar di Autralia.

Hari Kebudayaan yang berlangsung pada Rabu (18/1) dihadiri oleh Deputi Diplomasi Konsulat Jenderal Australia-Bali Jessica Baldock, Presiden Direktur Konsorsium RUILI tahap pertama, Nathan Franklin dan Asisten 1 Walikota Mataram Lalu Martawang dan beberapa staff dinas pariwisata Provinsi NTB. “Semoga kedepannya program semacam ini mampu mempererat hubungan “people to people” antara Indonesia dan Australia,” ungkap Jessica Baldock pada sambutannya. Acara dimeriahkan dengan permainan biola dengan lagu Bengawan Solo, pertunjukkan tari Oncer, drama dan lagu diiringi gitar yang kesemuanya disajikan oleh mahasiswa Australia.

Asisten I Setda Mataram, Lalu Martawang merasa sangat kagum dengan kemampuan berbahasa Indoneisa dan kemampuan seni yang ditunjukkan para mahasiswa itu . “Ini adalah program yang sangat luar biasa dan patut terus dikembangkan, antusias mahasiswa belajar budaya dan bahasa Indonesia sangat kami apresiasi,” kata Martawang pada sambutannya. Acara Hari Budaya ditutup dengan jamuan ringan khas Indonesia seperti bakso dan gado-gado. Dan sebagai bentuk penghargaan terhadap mahasiswa Australia dan staff MaLFI, Konjen Australia mengundang seluruh staff dan mahasiswa RUILI untuk makan malam di Hotel Santika Mataram.

Ramah Tamah. Mahasiswa Australia Yang Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia, pada Malam Ramah Tamah di Hotel Santika, Mataram Rabu (18/1).

Senang di Lombok

Sementara itu Dr. Nathan Franklin mengaku bangga bisa betugas di Lombok untuk ikut serta bersama 53 mahasiswa asal Australia yang belajar Bahasa dan Budaya Indonesia. Ternyata dalam waktu hanya tiga minggu kurang, sebagian dari mereka sudah ada yang bisa berbahasa Indonesia meski belum begitu lancar. Selain itu, para mahasiswa selama tiga minggu kurang juga telah banyak mempelajari adat istiadat dan budaya Suku Sasak yang unik dan menarik. “Selama mahasiswa di Lombok, mereka banyak belajar, tidak hanya bahasa tapi juga budaya Lombok. Nantinya sekembalinya ke Australia mereka juga bisa menerapkan budaya Sasak, Lombok,” ujar Nathan.

Nathan menjelaskan, RUILI merupakan salah satu konsorsium yang sangat penting dan berperan strategis dalam memfasiltiasi para pelajar dan mahasiswa Australia untuk melakukan program in –country di Lombok. Kerja sama ini sangat penting dan sudah berlangsung selama 21 tahun dengan partisipasi ribuan mahasiswa dari berbagai mahasiswa dari Universitas di Australia. “Mahasiswa Australia sangat tersanjung bisa belajar di Lombok . Salah satu pulau yang indah dan penuh warisan budaya bangsa Indonesia yang luhur. Lombok juga memiliki tradisi kuliner yang luar biasa,” pungkasnya.

Sekilas Tentang MaLFI

Mataram Lingua Franca Insitute (MaLFI)  adalah sebuah lembaga pendidikan, penelitian dan sosial yang bernaung di bawah dua yayasan, yaitu Institut Pembelajaran Gelar Hidup Mataram dan YPS Hasanuddin Mataram. Bergerak dalam bidang pelatihan/kursus bahasa Inggris untuk masyarakat umum dan Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), Pelayanan Terjemahan dan Interpreting, Tes Bahasa Inggris dan lain-lain. Para pengajar di Mataram Lingua Franca Institute sebagian besar lulusan dari universitas-universitas di Australia. (LI/SP/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com