Kru Lion Air

Diperkirakan akan Menjadi Maskapai Teraman 2017

Jakarta, LombokInsider.com – Komisi Eropa (European Commission – lembaga eksekutif Uni Eropa/UE) mencabut pemblokiran penerbangan Lion Air dan Batik Air. Pencabutan tersebut merupakan pengakuan terhadap kemajuan industri penerbangan nasional.

Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengatakan, Lion Air dan Batik Air telah resmi lepas dari banned list (daftar larangan) UE pada 16 Juni 2016. Pencabutan itu juga merupakan hasil dari komitmen manajemen Lion Air dan Batik Air menjadikan keselamatan dan keamanan (safety) penerbangan sebagai prioritas utama.

Pengumuman Komisi Eropa tersebut membuktikan Lion Air dan Batik Air telah melaksanakan standar dan prosedur penerbangan yang berlaku dan diakui di dunia internasi

Lion Air diperkirakan akan menjadi perusahaan penerbangan paling aman Indonesia pada 2017 bersama Garuda Indonesia

Lion Air diperkirakan akan menjadi perusahaan penerbangan paling aman Indonesia pada 2017 bersama Garuda Indonesia

onal. “Manajemen Lion Air dan Batik Air akan terus melakukan perbaikan menyangkut kualitas pelayanan, terutama keselamatan dan keamanan penerbangan” ujar Edward di Jakarta, Kamis (16/6).

Ia menilai, lepas banned list UE, bukan persoalan Lion Air dan Batik Air harus terbang ke Eropa. “Tapi ini sebagai pengakuan standar keamanan dan keselamatan dari Eropa bahwa kita sudah memenuhi (standar Eropa),” katanya.

Selain itu, penumpang dari Tanah Air dan Eropa tidak akan ragu lagi dengan Lion Air dan Batik Air. Artinya, Lion Air dan Batik Air tidak main-main dengan standar keamanan dan keselamatan penerbangan, apalagi sudah diakui internasional.

Nantinya, kata Edward, pencabutan dari banned list UE juga memudahkan Lion Air dan Batik Air terbang ke negara-negara di Asia karena penerbangan internasional telah mengakui keandalan keselamatan dan keamanan kedua maskapai tersebut.

“Soal membuka rute penerbangan, itu perkara komersial. Kita belum sama sekali menyasar penerbangan ke sana. Tapi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, kita sudah siap,” ujarnya.

Menjadi Maskapi Teraman

Dengan menggunakan sistem keselamatan tujuh bintang AirlineRatings.com, bila Lion Air menyelesaiakan dan memenuhi audit keselamatan IOSA (IATA Operational Safety Audit (IOSA), maka Lion Air akan menjadi perusahaan penerbangan paling aman di Indonesia bersama Garuda Indonesia, yang merupakan perusahaan penerbangan teraman saat ini. Demikian menurut berita di laman web AirlineRatings.com tertanggal 17 Juni 2016.

Menurut AirlineRatings.com, Lion Air, bersama perusahaan penerbangan utama lainnya mengalami serangkaian insiden dan kecelakaan dalam satu dekade terakhir. Lion Air meskipoun mengalami 6 insiden dalam 10 tahun terakhir, namun kecelaan terakhir yang mengakibatkan kematian adalah pada 2004. Sementara perusahaan negara Garuda Indonesia hanya mengalami tiga kecelakaan selama 10 tahun hanya saja kecelakaan pada 2007 menyebabkan meninggalnya 21 orang. AirAsia hanya mengalami satu kecelakaan pada 2014 namun secara tragis menyembabkan meninggalnya 162 penumpang awak pesawat di dalamnya.

Lion Air dan Wings Air melayani penerbangan dari Bandara Internasional Lombok dengan tujuan Jakarta, Surabaya, Bali, Sumbawa, Bima dan lainnya. (LI/KM)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono