Medco Energy International

Bagian 1: Gigih Bermitra dan Bersaing dengan Perusahaan Asing

 

LombokInsider.com – Geliat bisnis Medco sepertinya tidak pernah berhenti dan terus menggeliat. Berawal dari sebuah perusahaan pengeboran kecil pada 1980, Medco kini telah menjadi sebuah perusahaan energi raksasa dengan aset di Indonesia dan di luar negeri. Pekan ini, Medco bahkan mengakuisisi 82,2% saham PT Newmont Nusa Tenggara di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Keberhasilan Medco ini tidak lepas dari kegigihan dan keuletan sang pendiri dan pemilik utama perusahaan Dr (HC) Ir Arifin Panigoro. Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 14 Maret 1945 dari orang tua perantau

Arifin Panigoro, pemilik Medco Group

Arifin Panigoro, pemilik Medco Group

an dari Gorontalo, memang terkenal kegigihannya dalam membangun perusahaannya. Lulus dari Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung, Arifin muda memulai usahanya dengan menjadi instalatir listerik dari rumah ke rumah. Lalu usahanya juga merambah ke bidang instalasi perpipaan. Dari sinilah kemudian dia mendirikan perusahaan pengeboran yang disebut MEDCO singkatan dari Meta Epsi Drilling Company pada 1980.

Melawan Dominasi Asing

Industri perminyakan Indonesia pada awal 1980 masih dikuasai perusahaan asing karena belum banyak perusahaan besar Indonesia pada masa itu. Dengan Medconya, Arifin bersaing untuk mendapatkan kontrak pengeboran melawan perusahaan-perusahaan pengeboran asing yang lebih kuat modal, teknologi dan peralatannya. Namun dengan pintar Arifin bisa menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan pengeboran asing sehingga dia bisa mendapatkan alih teknologi dan pengalaman sehingga akhirnya bisa mandiri menjadi perusahaan pengeboran yang diperhitungkan.

Masuk ke Eksplorasi Minyak

Merasa cukup berpengalaman dalam bidang pengeboran, pada 1992 Medco melirik bisnis eksplorasi minyak dengan mengakuisisi kontrak eksplorasi dan produksi Tesoro di Kalimantan Timur (TAC dan PSC) Tesoro di Kalimantan Timur. Ini merupakan awal mula kejayaan bisnis Medco karena tak berselang lama, te

Blok Rimau merupakan rejeki besar pertama grup Medco.

Blok Rimau merupakan rejeki besar pertama grup Medco.

patnya 1994 Medco pun melantai di bursa saham dengan melakukan penawaran saham perdana (IPO).

Setelah mendapatkan dana dari proses IPO, gerak bisnis Medco makin laju dan lincah. Tak menunggu lama, hanya setahun kemudian Medco mengambil alih 100% saham PT Stanvac Indonesia dari Exxon dan Mobil Oil.

Rejeki terbesar Medco ternyata ditemukan di Sumatera Selatan saat menemukan lapangan minyak terbesar di Kaji dan Semoga, Blok Rimau, Sumatera Selatan pada 1996.

Masuk ke Industri Hilir

Pada 1997 Medco memasuki industri hilir melalui Joint Management Agreement untuk mengoperasikan kilang metanol milik Pertamina di Pulau Bunyu.

Sementara itu petualangan grup ini mencari minyak terus berlanjut dan semakin haus untuk membeli dan menguasai perusahaan lain. Pada 2000 Medco mengakuisi 3 wilayah kerja baru yakni Simenggaris, Western Madura, dan Senoro-Toili. Pada tahun yang sama, Medco menemukan lapangan minyak di Soka, Sumatera Selatan.

Seakan tidak mau berhenti berlari, pada 2002 Medco kembali mengakuisisi 25% hak partisipasi di Blok Tuban.

Semakin moncernya kinerja korporasi, membuat kepercayaan lembaga-lembaga keuangan terhadap Medco semakin meningkat yang terbukti pada 2002 meraih peringkat kredit korporasi “B+” dengan prospek stabil dari Standard & Poor’s yang di atas peringkat kredit Indonesia secara keseluruhan.

Pada 2003, Medco menandatangani Perjanjian Pemasokan Gas dengan PLN (Perusahaan Listrik Negara) untuk gas hasil produksi Blok PSC South & Central Sumatra. (Bersambung)

Sumber:

  1. http://www.medcoenergi.com/id/home/index
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Arifin_Panigoro
  3. http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-ensiklopedi/777-simbol-kebangkitan-politik-pengusaha
About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono