Mataram, LombokInsider.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Prof Dr KH Said Aqil Sirodj, MA menilai bahwa saat mencari pemimpin yang bersih dan jujur adalah sulit. “Karena itu saya sangat mendukung kepemimpinan Gubernur NTB, Dr TGH M. Zainul Majdi. Kalau tidak melanggar undang-undang saya dukung gubernur ini menjabat terus,” katanya.

Hal tersebut disampaikan saat Prof Dr KH Said Aqil Sirodj melakukan silaturahmi dan halal bihalal dengan Gubernur NTB di Pendopo Gubernur NTB, Mataram, Rabu Siang (13/7/2016). Acara tersebut dihadiri oleh para Pimpinan Podok Pesantren di NTB, tokoh agama dari berbagai organisasi  dan tokoh etnis di NTB.

Ketua Umum PBNU juga menyampaikan kekagumannya atas kerukunan dan toleransi antar agama di Nusa Tenggara Barat. “NTB merupakan kemah besar bagi penduduknya, sebagai daerah mayoritas muslim kita memiliki misi tatanan hidup harmonis dan saling melengkapi,” ungkapanya.

Meneladani Pemimpin. Ketua Umum PBNU (kiri) dan Gubernur NTB (kanan)

Meneladani Pemimpin. Ketua Umum PBNU (kiri) dan Gubernur NTB (kanan)

Kepada para tamu undangan dan seluruh masyarakat, Said Agil mengajak untuk mencintai dan meperjuangkan tanah air dengan mencontoh para ulama pendiri organiasi –organisasi Islam Indonesia seperti KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama; K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah dan TGH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pendiri Nahdatul Wathan.

“Memperjuangkan tanah air sama dengan memperjuangkan agama,  memperjuangakan agama sama dengan meperjuangkan tanah air,” imbuhnya.

Gubernur NTB pada kesempatan yang sama mengucapkan terima kasih atas kunjungan Said Aqil beserta istri  ke NTB  untuk mengokohkan nilai-nilai kemanusian agar hidup rukun.

“Kehadiran beliau memberikan dorongan moril bagi masayarakat NTB. Ini menunjukkan bahwa kita mendapat dukungan para tokoh untuk membangun provinsi NTB,” pungkas Gubernur Zainul Majdi.

Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) didirikan pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926) oleh para ulama yang diketuai oleh KH. Hasyim Asy’ari, pengasuh pondok pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.

Nahdlatul Ulama memiliki tujuan untuk menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah Wal Jama’ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat, di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hingga akhir tahun 2000, jaringan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) meliputi 31 Pengurus Wilayah, 339 Pengurus Cabang, 12 Pengurus Cabang Istimewa, 2.630 Majelis Wakil Cabang, dan 37.125 Pengurus Ranting. (LI/SP)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono