Mataram, LombokInsider.com – Menyikapi serentetan peristiwa bom di Surabaya dan Sidoarjo yang terjadi dari kemarin (13/5) hingga hari ini (14/5), Kementerian Pariwisata RI mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada para keluarga yang menjadi korban kejadian ini, serta mengutuk pelaku dan dalang yang ada dibelakang kejadian tersebut.

“Hingga saat ini Tim MKK (Manajemen Krisis Kepariwisataan) telah dan akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan ekosistem pariwisata dalam keadaan kondusif khususnya kesiapan aksesibilitas, amenitas dan atraksi di Jawa Timur dan Surabaya pada khususnya berjalan normal,” kata Guntur Sakti, Kepala Biro Komunikasi Publik, Kemenpar RI.

“Terkait Travel Advisor yang dikeluarkan oleh beberapa negara seperti (Inggris, Australia, Amerika, Tiongkok, Hong Kong, Singapura dan Irlandia), Kemenpar sangat menghargai dan memandang hal tersebut sebagai sebuah kewajiban negara untuk melindungi warganya yang berada di negara lain,” jelasnya.

“Namun hal ini bukan sebagai larangan berkunjung atau Travel Warning,” tegas Guntur.

Sebagai informasi, bahwa pemerintah Indonesia juga pernah mengeluarkan Travel Advisor untuk warga negara Indonesia di Perancis, ketika terjadi serangan teror Charlie Hebdo pada 2015 silam. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com