Kemenpar: Target Juara I Wisata Halal Dunia pada 2019

Jakarta, LombokInsider.com – Indonesia mempunyai peluang  besar untuk merebut pasar wisata halal dunia. Untuk ini Kemenpar mentargetkan 5 juta kedatangkan wisman muslim atau naik dua kali lipat dibandingkan target tahun 2016 ini sebesar 2,5 juta wisman muslim. Selain itu upaya menaikkan daya saing wisata halal Indonesia di tingkat global. Kemenpar juga mentargetkan Indonesia untuk menaikkan peringkat Indeks Wisata Muslim Global dari peringkat 4 pada 2016 menjadi peringkat 1 pada 2019.

“Tiga penghargaan yang diperoleh Indonesia pada World Halal Travel Awards di Uni Emirat Arab pada Oktober 2015 yang lalu membuktikan bahwa Indonesia merupakan destinasi favorit wisata halal berkelas dunia,” kata Deputi  Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dadang Rizki Ratman dalam diskusi bertema Menjadikan Indonesia Sebagai Destinasi Favorit Wisata Halal  dengan Forum Wartawan Pariwisata (Forwarpar) Rabu (28/6) di Jakarta.

Kemenpar: Target Juara I Wisata Halal Dunia pada 2019

Kemenpar: Target Juara I Wisata Halal Dunia pada 2019

Lebih lanjut Dadang mengatakan, penghargaan ini juga semakin memantapkan tekad Indonesia menjadikan wisata halal sebagai produk unggulan pariwisata Indonesia. “Tiga penghargaan tersebut adalah Lombok, Indonesia sebagai The World’s Best Halal Tourism Destination, Lombok, Indonesia sebagai The World’s Best Halal Honeymoon Destination, dan  Sofyan Hotel sebagai The World’s Best Family Friendly Hotel,” kata Dadang.

Dadang Rizki Ratman menjelaskan, untuk mempertahankan award bergengsi tersebut Indonesia akan kembali berpartisipasi dalam World Halal Travel Awards 2016 mendatang. Untuk ini sebagai persiapan di antaranya dengan menyelenggarakan Kompetisi Pariwisata Halal Tingkat Nasional 2016 yang akan berlangsung 13 Juni hingga 7 Agustus 2016.

“Penyelenggaraan Kompetisi Pariwisata Halal Tingkat Nasional 2016 ini merupakan program kerja Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal.  Dalam kompetisi ini ada 14 kategori yang akan diberikan penghargaan,” kata  Dadang Rizki Ratman.

Dijelaskannya, halal tourism yang menjadi bagian dari life style masyarakat dunia mempunyai pasar yang besar, berkembang sangat pesat, dan menjadi tren bisnis global. Tahun lalu total market share wisata halal dunia mencapai US$ 200 miliar (belum termasuk fesyen, food, dan industri jasa keuangan perbankan dan asuransi), sementara kemampuan Indonesia dalam merebut pasar tersebut  baru sekitar 1,2%  masih  jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga Malaysia dan Thailand  yang masing-masing memperoleh 25% dan 24% devisa halal dunia. (LI/SP)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono