Pelantikan pejabat struktural BNN Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Besar, LombokInsider.com – Kabupaten Sumbawa hampir berada pada zona merah darurat narkoba karena itu menjadi menjadi tantangan bagi Badan Nasional Narkotika Kabupaten Sumbawa untuk bisa membebaskan Kabupaten Sumbawa dari narkoba. Demikian disampaikan oleh Kepala BNN Provinsi NTB Kombes Pol. Drs. Sriyanto, M.Si saat melantik pimpinan BNNK Sumbawa, Rabu (14/9) di Sumbawa Besar.

“Pelantikan pejabat struktural BNN Kabupaten Sumbawa bukan sekedar seremonial saja tetapi memang sudah mendesak dari pemerintah pusat. BNNK Kabupaten Sumbawa merupakan satu dari 16 BNNK di seluruh Indonesia dan menjadi kebanggaan di BNNP Provinsi NTB. Saat ini, Indonesia berada pada kondisi darurat narkoba, termasuk juga Kabupaten Sumbawa. Dengan berdirinya BNNK Kabupaten Sumbawa, diharapkan pelayanan tentang narkoba bisa cepat terlayani,” kata Sriyanto.

BUKAN SEREMONIAL. Kombes Pol Drs Sriyanto, Kepala BNN Provinsi NTB.

BUKAN SEREMONIAL. Kombes Pol Drs Sriyanto, Kepala BNN Provinsi NTB.

Menurut Sriyanto, tugas pokok BNNK Kabupaten Sumbawa adalah menjelaskan kepada masyarakat agar para pecandu, dan pengguna narkoba harus menjalani rehabilitasi. “Selain itu, BNNK Kabupaten Sumbawa harus bisa menjadi contoh bagi BNNK yang lain, harus bersih dari narkoba itu sendiri, bersih dari korupsi, serta senantiasa melayani masyarakat,” katanya.

Pejabat BNNK Sumbawa yang dilantik adalah Syirajuddin Mahmud sebagai Kepala BNN Kabupaten Sumbawa, Emy Supatni, SE sebagai Kasubbag Umum BNN Kabupaten Sumbawa, Nursyafruddin, A.Md sebagai Kasi Pencegahan dan Dayamas BNN Kabupaten Sumbawa, serta H. M.uhammad Surkati, SKM sebagai Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Sumbawa.

Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, B.Sc yang turut menyaksikan pelantikan tersebut bersama Wakil Bupati Sumbawa, Pimpinan Forkopimda Kabupaten Sumbawa, Ketua GOW Kabupaten Sumbawa, para Kepala SKPD, Toga Toma Kabupaten Sumbawa dalam sambutannya menyampaikan, sejarah pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa tidak terlepas dari adanya kekhawatiran Pemerintah Daerah dan juga masyarakat akan mulai maraknya peredaran gelap narkoba di Tana Samawa.

“Di Kabupaten Sumbawa kasus peredaran gelap narkoba sudah merambah hingga ke desa-desa. Ini dibuktikan dengan keberhasilan aparat penegak hukum beberapa waktu lalu menangkap pelaku terkait narkoba di Kecamatan Labangka, di Berora Kecamatan Lape, dan juga di Kecamatan Empang dengan barang bukti umumnya berupa sabu-sabu. Dari gambaran tersebut, BNN Kabupaten Sumbawa memiliki PR besar selain dalam hal melakukan penindakan hukum juga mendorong para pecandu agar menjalani rehabilitasi sehingga bisa pulih dari ketergantungan narkoba,” kata H. M. Husni Djibril, B.Sc.

Bupati juga mengajak semua pihak bekerjasama dengan BNN Kabupaten Sumbawa untuk memerangi peredaran gelap narkotika di Tana Samawa. Bupati juga mengharapkan agar seluruh SKPD pada berbagai event kegiatan sosial kemasyarakatan dapat melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada masyarakat kita untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran gelap narkoba.

‘’Saya juga meminta agar jangan ada Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Sumbawa yang sampai terlibat dengan narkoba karena selain dapat menghancurkan keluarga juga akan menghancurkan karier saudara-saudara sekalian,” harap Haji Husni sapaan akrab Bupati Sumbawa.

Pewarta: Lukmanul Hakim

Penyunting: Kasan Mulyono

 

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono