Rayani Air dicabut izinnya

LombokInsider.com – Ini merupakan kabar buruk bagi pengembangan wisata halal dunia. Maskapai penerbangan halal pertama Malaysia Rayani Air dilarang terbang setelah Badan Penerbangan Sipil Malaysia (DCA) mencabut izin perusahaan ini menyusul inspeksi keselamatan. Demikian dilaporkan TravelWireAsia.com, Selasa (14/6).

Setelah melalui pertimbangan yang mendalam, DCA mengeluarkan pernyataan pada Senin (13/6) untuk mencabut Sertifikat Operasi Udara perusahaan penerbangan ini setelah enam bulan beroperasi.

Sebelum pencabutan izin ini, perusahaan penerbangan ini, perusahaan penerbangan ini telah ditangguhkan operasinya dengan alasan pelanggaran peraturan keselamatan, layanan yang buruk, gaji yang tidak dibayar, dan tidak mematuhi peringatan dari DCA.

DCA telah mengadakan penyelidikan terhadap maskapai ini pada April menyusul serangkaian keluhan dari penumpang dan pembatalan-pembatalan menit-menit terakhir. Di samping itu, para pilot yang bekerja untuk perusahaan ini telah mogok untuk memprotes gaji yang belum dibayar.

Para penumpang yang kecewa telah menggunakan media sosial untuk menyampaikan kekecewaan mereka atas manajemen yang buruk atas pengembalian uang mereka menyusul pemberhentian ini

Halal. Kru Rayani Air yang muslim mengenakan hijab.

Halal. Kru Rayani Air yang muslim mengenakan hijab.

.

Menurut media Free Malaysia Today, penumpang bernama Hafiefz Izzuddin menanggapi pernyataan pers perusahaan yang dipasang di Facebook: “Kepada Rayani Air, kebanyakan kami telah mencoba menelpon perusahaan Anda dan banyak dari kami yang tidak bisa menghubungi perusahaan. Seberapa transparan Anda terhadap pengembalian uang kami?”

Pengguna yang lain Radziah Taris juga berkomentar, “Bagaimana dengan uang kami? Sudah lebih 30 hari, tidak bisa menyambung melalui telpon.”

Menyusul pencabutan izinnya, Rayani Air akan mengajukan banding ke DCA untuk mendapatkan ‘kesempatan kedua’ untuk menghidupkan kembali perusahaan penerbangan ini melalui investor yang baru.

Pemiliki perusahaan Ravi Alagendrran mengatakan: “Pencabutan izin ini muncul pada puncak negosiasi kami dengan para investor yang akan melakukan akuisisi saham Rayani Air.”

Ia menambahkan bahwa “tim manajemen yang mumpuni dan kuat” dari investor yang baru ini akan menghidupkan kembali dan mengelola perusahaan penerbagngan ini secara “lebih baik daripada kami”.

Sementara itu menurut The National, Rayani Air mulai operasi pada Desember dengan penerbangan perdana tinggal landas dari pulau resor Langkawi. Makanan yang disajikan di pesawat sepenuhnya halal, tidak ada minuman alkohol. Para awak pesawat Muslim harus mengenakan hijab sementara kru non Muslim harus berpakaian dengan baik. (LI/KM)

 

Foto oleh TravelWireAsia dan The National.

http://travelwireasia.com/2016/06/troubled-halal-airline-rayani-air-banned-flying-six-months-service/

http://www.thenational.ae/business/aviation/malaysia-launches-its-first-islamic-airline

 

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono