Mataram, LombokInsider.com – Tradisi merayakan Lebaran Topat, bukan hanya tradisi dari masyarakat di Pulau Lombok. Namun ada juga beberapa daerah di Indonesia yang merayakannya, hanya saja Lombok merupakan salah satu daerah yang paling semarak dalam menyambut momen 7 hari setelah Hari Raya Idul Fitri ini.

Sehari menjelang Lebaran Topat, Kamis (21/6) hampir semua pasar tradisional di Mataram, Lombok di banjiri para penjual selongsong topat atau ketupat. Pasar Kebon Roek salah satunya, menjadi pasar tradisional yang banyak diserbu konsumen jelang Lebaran Topat.

“Semoga hari ini laku semua,” ucap Nak Imah, salah seorang pedagang selongsong ketupat pada LombokInsider.com. Momen tahunan ini tidak disia-siakan oleh para pedagang selongsong ketupat untuk mengais rejeki yang lebih dari biasanya.

“Kalo sampai sore jelang maghrib, biasanya bisa dapet sampai Rp100 ribu. Tapi, sekarang banyak juga pembeli yang memilih membeli ketopat yang sudah dimasak,” jelasnya.

Nak Imah mengaku sudah berjualan sejak kemarin (Rabu, 20/6, red), karena sudah menjadi kebiasaannya dari tahun ke tahun menjelang Lebaran Topat selalu berjualan selongsong topat di Pasar Kebon Roek.

Sementara, Meri Indiyati, salah seorang pembeli Ketupat mengaku lebih suka membeli ketupat yang sudah masak. “Sudah beberapa tahun terakhir ini saya memilih beli yang sudah masak, nggak repot,” ujarnya.

“Dari segi harga juga nggak beda jauh, tapi kita banyak buang waktu untuk masak ketupat,” kata Meri.

Dari pengakuan para pedagang selongsong ketupat di Pasar Kebon Roek, mereka menjual selongsong dengan harga rata-rata Rp3000-Rp5000 per 10 biji. Sedangkan harga ketupat yang sudah masak mencapai Rp1500-Rp2000 per biji, tergantung besarnya.

Lebaran Ketupat di Pulau Seribu Masjid ini selalu dirayakan dengan meriah oleh hampir seluruh masyarakat, biasanya setelah berdoa dan zikir ba’da sholat Subuh, masyarakat mulai bersiap untuk pergi berziarah ke makam para wali atau tuan guru.

Setelahnya, mereka akan beramai-ramai menuju destinasi wisata yang ada hingga jelang maghrib, terutama daerah pantai. Bahkan pemerintah Provinsi, Kota dan Kabupaten memiliki agenda khusus dalam menyambut Lebaran Topat ini.

Biasanya mereka akan menyiapkan panggung hiburan di beberapa titik pantai yang memang setiap tahun selalu ramai di kunjungi masyarakat, untuk menghibur pengunjung yang datang ke pantai tersebut, juga sebagai bentuk wujud kepedulian pemerintah untuk melestarikan budaya Lebaran Topat dalam kehidupan masyarakat Lombok. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com