Mataram, LombokInsider.com – Berawal dari binca santai antara Ernanda Dewobroto, CHA, sebagai Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) yang juga Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) dengan Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana selaku Kepala Cabang Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB, bersepakat menggelar workshop Go Big with Go Public pada Kamis (7/11), bertempat di Hotel Golden Palace Lombok.

Menurut Ernanda, selama ini para GM hotel selalu berkutat tentang bagaimana meningkatkan okupansi, cash flow dan sebagainya yang berkaitan dengan peningkatan pendapatan hotel.

Dengan adanya workshop ini dapat menambah pengetahuan para GM dan Owner hotel bagaimana cara mendapatkan suntikan dana segar dengan cara Go Public atau Initial Public Offering (IPO)

“Bagi kami para GM acara ini sangat penting, karena ini merupakan hal baru di industri perhotelan. Semoga setelah acara ini kami dapat membawa manfaat yang lebih saat kembali ke hotel masing-masing,” kata Ernanda yang juga merupakan GM Hotel Golden Palace Lombok.

Sementara Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana, menjelaskan bahwa ini merupakan bagian dari program tahunan BEI NTB untuk memperluas pengetahuan masyarakat terhadap Pasar Modal, termasuk industri perhotelan di NTB.

“Ini memang merupakan program tahunan kami, dimana sudah menjadi tugas kami yakni mengedukasi masyarakat di NTB untuk mulai mengenal apa itu pasar modal, bagaimana cara memanfaatkan produk-produk yang ada di BEI,” jelasnya.

Ngurah menambahkan bahwa investor pasar modal yang ada di NTB saat ini mengalami peningkatan yang menggembirakan dari 1800 orang pada 2017, per September 2019 investor pasar modal di NTB sudah mencapai angka 6.600 orang.

Mewakili pihak BEI pusat, pada pemaparannya Irawati Widyaningtyas menjelaskan potensi pertumbuhan perusahaan dan manfaat dari sebuah perusahaan yang Go Public (IPO).

“Sebuah perusahaan yang Go Public memiliki banyak keuntungan seperti, pendanaan tanpa batas, meningkatkan kinerja, citra perusahaan, profesionalisme, likuiditas, percepatan GCG, insentif pajak, terhindar dari perpecahan pemilik, mitra usaha strategis, kemandirian perusahaan dan peningkatan nilai perusahaan itu sendiri,” jelas Kepala Unit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan Tercatat 3 ini.

Mewakili Pemerintah Provinsi, Moh. Abduh, Kepala Bagian Penanaman Modal, BUMD dan Lembaga Keuangan, mengapresiasi terselenggaranya workshop ini. Menurutnya hal ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan bagi perusahaan lokal dan BUMD yang hadir agar mengetahui seluk beluk pasar modal dan manfaat dari perusahaan jika Go Public. (LI/AA)

Tags:
About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com