HL Moh. Faozal

Mataram, Lombokinsider.com –Destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa memiliki karakteristik yang unik dengan lokasi yang berbeda-beda serta pemangku kepentingan yang beragam. Destinasi wisata merupakan jantung dan roh ekonomi pariwisata, namun karena setiap destinasi adalah berbeda, maka manajemen destinasi yang baik sangat diperlukan.

Di sinilah peran sentral pemerintah untuk mendorong tumbuhnya industri pariwisata yang holistik; termasuk juga memastikan penanggulangan dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Pemerintah berperan pula membantu dialog antara sektor privat, sektor publik dan pemangku kepentingan lainnya untuk bekerjasama untuk menciptakan manfaat destinasi bagi semua pihak dalam jangka panjang.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB, menjadi pemegang peran utama dalam manajemen destinasi di provinsi ini. Dan itu bukanlah peran yang mudah.

“Saya ibaratkan Disbudpar ini adalah sebuah kapal besar yang sedang berlayar di tengah samudera luas, diterpa angin dan ombak yang keras. Sementara cuaca tidak terlalu bersahabat. Sebagai nahkoda saya harus cekatan dan handal dalam mengendalikan kapal,” kata Kepala Dinasnya HL Moh. Faozal, SE, MM.

Karena pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan, maka banyak harapan tertumpu pada sektor ini. “Sehingga begitu banyak tugas dan tanggung jawab. Tapi saya tidak surut, justru sebaliknya saya sangat bersemangat,” jelas Faozal.

Bekerja dengan intensitas dan mobilitas tinggi tentu saja menuntut stamina tubuh yang prima. “Untungnya saya punya isteri seorang dokter sehingga ada yang membantu saya menjaga kesehatan di tengah tuntutan pekerjaan yang berat,” kata suami dr. Oksy Cahyo Wahyuni Sp. Em.

Tidak Seperti Main Sulap

Saat ini Pemprov NTB dan Budpar NTB sedang bekerja keras untuk membenahi seluruh destinasi wisata yang ada di Nusa Tenggara Barat. “Tapi tidak bisa seperti main sulap, karena semua perlu waktu jadi harus bertahap. Tapi bukan berarti kami di sini tidak berbuat apa-apa. Sudah begitu banyak yang kita benahi di ujung-ujung destinasi wisata kita,” tegas Faozal

Performa dari destinasi yang kita benahi harus meningkat sehingga menjadi terpercaya bukan hanya indah di promosi namun kotor di lapangan, demikian Faozal mencontohkan. “Adanya kerjasama semua pihak kami sebagai regulator, masyarakat, pelaku pariwisata dan juga HPI sebagai ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan masalah di lapangan. Maka apapun masalahnya insya Allah bisa kita selesaikan,” kata Faozal, yang juga pernah menjabat sebagai Asdep Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal.

Pemberdayaan dan pelibatan masyarakat juga merupakan unsur penting. Oleh karenanya hampir di setiap lokasi destinasi Dinas Budpar membangun atau menata kembali lapak-lapak yang sudah ada agar masyarakat sekitarnya dapat nilai tambah dan ikut mencicipi kue pariwisata ini, jelas Faozal.

“Penguatan Branding juga sudah kami lakukan dan didukung penuh oleh pemerintah pusat yakni Kementerian Pariwisata. Dari payung branding kita Wonderful Indonesia, Pesona Indonesia, Pesona Lombok Sumbawa bahkan hingga ke pasar internasional dengan tagline Lombok Sumbawa I Feel Good. Semuanya ini wujud keseriusan kami,” jelas bapak dengan tiga buah hati ini.

Kerjasama dan Sinergi

Kerjasama dan sinergi antar pemangku kepentingan pariwisata juga menjad

hl m faozal

HL M. Faozal (dua dari kiri): Bangun industri pariwisata NTB perlu kerjasama semua pihak

i perhatian Faozal. “Membangun pariwisata ini kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus saling kerjasama dan sinergi sehingga hasilnya bisa efektif dan maksimal,” tambah Faozal.

Menurut Faozal, manajemen pengelolaan destinasi menjadi kata kunci semua masalah yang ada. “Karena itulah kami tim Budpar sekarang ini sedang memusatkan perhatian kepada perbaikan dan penyediaan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebersihan dan keamanan lingkungan di wilayah destinasi wisata terutama yang jauh dari jangkauan pemerintah Provinsi,” pungkas lulusan pasca sarjana UPN Yogyakarta ini. (LI/AA)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono