Mataram, LombokInsider.com – Menyikapi hebohnya pemberitaan tentang adanya potensi gempa besar atau megathrust membuat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Zulkifliemansyah angkat bicara. Beliau berpesan kepada media agar memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pemberitaan dengan lebih bijak, agar informasi yang sampai di masyarakat tidak membuat panik masyarakat terlebih wisatawan yang sedang berlibur di NTB.

“Saya baru saja pulang dari Australia, tidak ada kursi yang tersisa karena penuh, ini berarti mereka senang datang ke Lombok. Jangan sampai berita tentang potensi gempa membuat masyarakat panik,” kata Gubernur dalam jumpa pers di Mataram (4/7).

Gubernur Zul, menghimbau masyarakat dan juga media untuk bijak dalam mencerna dan memaknai informasi.

“NTB saat ini menjadi tujuan investasi bidang pariwisata yang significant dan jangka panjang. Jadi jangan sampai justru membuat mereka panik, kita harus lebih bijak dalam menerima dan mencerna informasi,” jelasnya.

Sementara Kepala BMKG Agus Riyanto, membenarkan adanya potensi gempa megathrust di kawasan Selatan Lombok. Namun menurutnya kawasan Selatan Lombok tersebut adalah perairan yang membentang dari Sumatera, perairan Selatan Jawa, perairan selat Bali hingga ke Maluku.

Sehingga panjangnya bentangan zona subduksi tersebut tidak bisa di prediksi gempa megathrust akan terjadi di wilayah mana saja. Agus menegaskan gempa megathrust tersebut bisa saja terjadi di wilayah lain di luar wilayah perairan Lombok.

Agus juga membantah bila kawasan selatan Lombok di samakan dengan wilayah Lombok Selatan. Menurut Agus ada persepsi yang salah tentang kawasan Selatan Lombok yang seolah olah berada di kawasan Kuta dan sekitarnya.

“Jangan panik dan cemas, perairan  selatan Lombok itu membentang dari Sumatera sampai Maluku, belum tentu terjadi di wilayah Lombok selatan sana, tidak ada yang bisa memprediksi kapan dan dimana akan terjadi gempa,” jelas Agus.

Untuk mendeteksi kekuatan gempa, tahun ini BMKG berencana akan memasang tiga shelter pendeteksi gempa. Sebelumnya telah terpasang tiga shelter namun satu shelter tidak bisa berfungsi karena suku cadang dan baterai pencatat dan pendeteksi gempa di curi. (LI/AA)

Tags:
About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com