Taliwang, LombokInsider.com – Lomba lari ekstrim melintasi Pulau Sumbawa Tambora Challenge 320K 2018 kembali digelar, 47 orang peserta dari seluruh Indonesia ikut berpartisipasi dalam lomba lari yang terbagi menjadi Full Ultra Marathon individu dan Relay Ultra Marathon beregu. Jumlah pesertanya tahun ini meningkat drastis dari 27 orang tahun lalu, ini berarti meski tergolong ekstrim karena menempuh jarak hingga 320 kilometer lari ini sangat diminati.

Bupati Kabupaten Sumbawa Barat H.W Musyafirin dan Wakil Bupati Fud Saifuddin, melapas keberangkatan para peserta di Desa Tambak Sari, Kecamatan Pototano – KSB, Rabu (4/4). Beberapa saat sebelum melepas 47 orang peserta lari Tambora Challenge 320K, Bupati dan Wakilnya melepas ratusan peserta lari Tano Run 5&8K sebagai acara pembuka.

“Tano Run ini merupakan bagian dari Festival Tano, yang merupakan rangkaian acara dari even besar tahunan Festival Pesona Tambora 2018. Ini merupakan wujud dukungan kami yang bersinergi dengan Dispar NTB dan Kompas sebagai sponsor utama kegiatan Lari marathon Tambora Challenge 2018,” kata Musyafirin pada sambutan singkatnya.

“Selain itu, Tano Run 5&8K ini merupakan upaya kami mencari bibit pelari baru di KSB sekaligus memancing para siswa-siswi sekolah dasar hingga menengah atas untuk menggemari olahraga atletik ini,” jelas Bupati.

Bupati berharap kedepannya lomba lari Tambora Challenge ini jalurnya dapat dirubah. “Saya berharap tahun depan rutenya bisa dirubah, dimana start dilakukan di Doro Ncanga, Dompu dan finish di Tano, Taliwang-KSB. Dengan banyaknya kegiatan-kegiatan semacam ini, kami juga berharap angka kunjungan wisatawan di KSB dan NTB secara umum dapat meningkat,” ujar Musyafirin.

“Peningkatan jumlah pesertanya luar biasa, ini lomba lari yang ekstrim karena menempuh jarak yang begitu panjang 320 kilometer, dengan cuaca di Pulau Sumbawa yang cukup panas, tentunya sangat menguras stamina dan tidak sembarang pelari bisa ikut,” kata HL. Moh. Faozal, Kepala Dinas Pariwisata NTB disela-sela acara.

“Tercatat ada 47 orang peserta dari seluruh Indonesia dan lokal NTB, meningkat hampir 100 persen dari 27 orang peserta tahun lalu. Ini indikator bahwa lomba lari Tambora Challenge ini menjadi salah satu lomba lari yang semakin diminati, ” tuturnya.

“Saat ini kami melihat NTB memang semakin diminati sebagai salah satu tempat favorit penyelenggaraan sport tourism, baik taraf nasional maupun internasional. Tentunya hal ini karena destinasi wisata kita sangat cocok untuk dinikmati sambil berolah raga,” tegas Kadispar NTB ini.

Meski sempat diguyur hujan lebat disertai petir menjelang waktu pelaksanaannya, lomba lari Tambora Challenge 320K dan Tano Run 5&8K ini berlangsung lancar dan meriah, para peserta terlihat sangat antusias.

Tambora Challenge merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Festival Pesona Tambora yang akan berlangsung selama empat hari (4-7/4). Dimana para peserta individu (full ultra marathon) harus menempuh jarak 320 kilo sendirian, dengan Cut Off Time (COT) atau batas waktu hanya 72 jam. Sedangkan untuk pelari berpasangan (relay ultra marathon) masing-masing akan menempuh jarak 160 kilometer saja, dengan jarak tempuh yang sama yakni 320K.

Tambora Challenge 2018 menjadi momentum yang tepat bagi para pelari ekstrem untuk menguji kemampuannya. Sumbawa merupakan sebuah daerah yang unik. Tambora Challenge: Lintas Sumbawa 320K yang digelar sejak 2015 oleh Kompas ini dijuluki sebagai lomba lari “terpanjang” dan “terganas” di Asia Tenggara. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com