Mataram, LombokInsider.com – Sebagai bagian dari mandat AD/ART, DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar Musyawarah Daerah (Musda) yang ketiga di Hotel Lombok Raya, Mataram, Senin (9/7). Salah satu agendanya adalah memilih ketuanya untuk periode kepemimpinan periode 2018-2023. Diketauhi ada dua kandidat kuat calon ketua yakni, DR. Ainuddin SH, MH dan Fahrurozi Gaffar (Ojik).

Pada sambutannya Ketua Umum DPP HPI, Sang Putu Subaya, SH, MH mengatakan bahwa sangat bangga bisa hadir dalam Musda HPI DPD NTB. “Saya sangat bangga bisa hadir kembali disini, setelah sebelumnya pada Munas yang lalu ditempat yang sama, saya terpilih sebagai Ketua Umum,” katanya.

“Seperti diketahui Musda III DPD HPI NTB ini mengagendakan pemilihan ketua baru. Sepanjang pengetahuan saya, ada dua orang kandidat kuat, yang keduanya merupakan putra terbaik NTB yang berada dalam wadah HPI ini dan siap mengabdi,” lanjut Putu Subaya.

Ketua DPP HPI menambahkan bahwa HPI NTB ini menjadi sorotan secara nasional tentang HPI NTB itu luar biasa, karena sangat kompak, kerjasama, solid dan persaudaraannya. “Pemilihan ketuanya juga serasa Pilkada,” imbuhnya.

Konsekuensi menjadi Ketua, menurut Subaya, mengorbankan waktu, pikiran, dana dan pengabdian, karena sebagai Ketua HPI tidak ada bayarannya dan ia berharap, siapapun yang terpilih nantinya akan saling dukung untuk kemajuan institusi HPI khususnya dan pariwisata NTB dan nasional pada umumnya.

Sementara, DR. Ainuddin, SH, MH sebagai Ketua DPD HPI NTB periode 2013-2018 menyatakan bahwa siapapun nantinya yang akan terpilih harus saling rangkul dan dukung demi kemajuan bersama.

“Dalam pemilihan ini seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, ada 3 kolam, yakni kolam kemenangan, kekalahan dan ikhlas, yang kesemuanya harus ditanggapi secara positif, karena memang jadi Ketua HPI ini tidak ada gajinya, jadi benar-benar merupakan pengabdian,” jelas Ainuddin, disela-sela Musda.

Sebagai salah satu kandidat, Ainuddin mempunyai misi dan visi dalam melindungi anggota HPI tidak hanya di NTB tapi secara nasional dari dampak kemajuan teknologi, dengan menggagas rancangan undang-undang melalui naskah akademik yang telah diserahkan kepada tim evaluasi DPR RI.

Mewakili Pemerintah Provinsi, dalam hal ini Dinas Pariwisata NTB saat membuka Musda, DR. Farid Said, yang juga merupakan Wakil Direktur Poltekpar Negeri Lombok, Bidang Akademik dan Hubungan Internasional, menjelaskan sebagai ujung tombak pariwisata, HPI memiliki peran sangat penting dalam kemajuan pariwisata.

“Seorang Pramuwisata merupakan ujung tombak pariwisata dimanapun dia berada, oleh karenya wujudnya harus profesional dan berstandar internasional, karena apa yang dijelaskan merupakan wujud dari pariwisata yang ada,” jelasnya. Farid berharap Musda dapat berlangsung lancar, tertib dan aman. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com