Tanjung, LombokInsider.com – Gawe Gawah 2017, yang digelar pada (23-24/12) merupakan rangkaian dari gerakan penghijauan Daulat Pohon sukses digelar. Sekitar lima ratus perwakilan kelompok masyarakat dari lima kecamatan hadir. Merekalah yang menerima dan kemudian membumikan dua juta pohon persembahan Pawang Rinjani di penghujung 2017 ini.

Menariknya, hadir juga 10 wisatawan dari Hunggaria, yang sengaja datang Lombok hanya untuk Gawe Gawah dan menanam pohon bersama. “Acara ini sangat istimewa. Saya suka sekali,” kata Marco, leader dari 10 Hunggarian yang fasih berbahasa Indonesia ini.

“Kami tidak mau melihat penyerahan pohon secara simbolik saja. Tetapi kami datang untuk menanam pohon,” timpal Daniel, ayah tiga anak yang selalu paling bersemangat. “This is Christmas,” ungkap Daniel meyakinkan pengurus Pawang Rinjani agar segera mengizinkan ia dan anak-anaknya segera menanam.

Karena selama ini jelas Daniel, dia dan keluarganya selalu memotong pohon setiap tahun untuk merayakan christmas. Tetapi di christmas tahun ini sambung Daniel, saya dan keluarga harus menanam 100 pohon.

“Kami berharap, penanaman kembali pohon ini bisa menjadi konvensasi pohon-pohon yang telah kami tebang selama merayakan christmas,” terang Daniel. Kami kata Daniel, juga ingin menanamkan nilai-nilai baik kepada anak-anak kami. Kami ingin anak-anak menghormati alam dan mahami arti melestarikan lingkungan.

Alhasil, Marco, Daniel, dan keluarganya sibuk membumikan 100 flamboyan di sepanjang jalan raya Gangga. “Biarkan kami yang mengambil pohon, membuat lubang, dan biarkan anak-anak kami yang menanamnya,” pinta Marco.

Beda halnya dengan Doktor Josep, pecinta pohon Nimba asal Brasil ini. Di kesempatan itu, Doktor sepuh ini sibuk mengampanyekan segudang manfaat pohon Nimba. Bule asal Brasil yang mengaku sudah 29 tahun di Indonesia ini juga membawa hadiah dua bibit kurma untuk dibumikan di Green Camp Pawang Rinjani. Seperti halnya bule-bule lain, Josep menanam sendiri dua bibit kurma yang dibawanya.

Tidak ketinggalan, 20 siswa terbaik SMAN 1 Kayangan, para pegiat dan pecinta alam dari berbagai organisasi lingkungan juga hadir mengulurkan tangannya.

Sedang di pondok VIP ala gawah (hutan), tampak Profesor Muhammad Farouk, anggota DPD RI dari NTB, Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian DAS Kementerian LH dan Kehutanan, Ir Yulianto, dan Pembina Rawang Rinjani, H Djoham Sjamsu.

“Awalnya saya memang ragu dengan Dedy (Ketua Pawang Rinjani). Sekarang saya angkat topi untuk kalian,” ungkap Farouk, jenderal bintang dua asal Sape Bima ini.

“Lebih-lebih Apink Alkaff (Humas Pawang Rinjani) itu, dia itu wartawan. Sekarang sibuk mengurus hutan dan menanam pohon,” kata Farouk yang memang selalu hadir di setiap kegiatan Pawang Rinjani.

Seperti halnya Farouk, Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian DAS, Yulianto juga memberikan respon positif. “Ibu menteri paling suka dengan gerakan-gerakan seperti ini,” ujar Yulianto kepada ratusan undangan.

Yulianto juga banyak menjabarkan tentang kondisi alam nusantara dan pentingnya gerakan seperti ini. Ia berjanji, pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan memberikan dukungan penuh atas kegiatan dan gerakan seperti ini.

Pembina Pawang Rinjani, H Djohan Sjamsu mengaku sangat terharu atas suksesnya kegiatan ini. “Kami bangga dan terharu, even merilis dua juta pohon ini bisa digelar dengan baik. Inilah bentuk kepedulian Pawang Rinjani kepada bumi dan masyarakat,” sebut Bupati KLU pertama ini.

Djohan menjelaskan, nantinya Green Camp yang menjadi lokasi kegiatan ini akan menjadi Hutan Mini Kota di Lombok Utara, media edukasi dan ruang kreativitas untuk generasi muda. Green Camp Pawang Rinjani sambungnya, juga akan menjadi pusat konservasi genetik dan tempat ngumpulnya pohon pohon langka (endemik) Lombok. “Bahkan, Green Camp Pawang Rinjani ini merupakan cikal bakal arena budaya Lombok Utara,” kata Djohan.

Seperti namanya, Gawe Gawah atau syukuran untuk hutan ini juga dihadiri musisi legend Lombok. Ada Nanu “blues” Toms, Big Teddy, Farid Reggae, Nhavan, dan The Doctor “Boby” band. Hadir juga musisi senior Haris Dimensi dan pantomim Mime in Lombok yang memberikan cita rasa lain Gawe Gawah 2017. Mereka tampil menghibur warga di malam sebelum perayaan inti Gawe Gawah digelar. (LI/SP/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com