Mataram, LombokInsider.com – Menguatnya dukungan masyarakat terhadap kasus pelecehan yang menimpa Baiq Nuril menjadi pertimbangan dari Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menunda eksekusi yang sebelumnya akan dilaksanakan pada Rabu (21/11) mendatang.

Baiq Nuril Maknun (36), dinyatakan bersalah dalam putusan kasasi di Mahkamah Agung (MA). Padahal sebelumnya Baiq Nuril sempat bebas dalam putusan di Pengadilan Negeri Mataram.

“Hasil diskusi, kemudian mengkaji kembali akhirnya kami mengambil keputusan menunda eksekusi tersebut dan mendesak Baiq Nuril segera mengajukan PK. Dengan pertimbangan persepsi keadilan yang terus berkembang di masyarakat,” jelas Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Mukri.

Menguatnya dukungan dari masyarakat luas, menjadi salah satu pertimbangan penundaan eksekusi ini. Menurut Mukri, penundaan eksekusi berlaku hingga putusan Peninjauan Kembali (PK) Baiq Nuril. Karena itu, Baiq dan pengacaranya didorong mengajukan PK atas putusan kasasi Mahkamah Agung (MA).

Diketahui bahwa kasus yang menimpa Baiq Nuril ini telah menyita perhatian masyarakat, tidak hanya di Nusa Tenggara Barat (NTB) tempat kasus ini terjadi, namun sudah meluas hampir keseluruh Indonesia.

Puncaknya pada Ahad (18/11) kemarin, terjadi aksi bela Baiq Nuril di beberapa Kota/Kabupaten di Indonesia pada acara Car Free Day (CFD) di kota masing-masing.

Demikian juga dengan warga masyarakat Kota Mataram, NTB yang tumpah ruah di CFD Jalan Udayana, larut dalam aksi bela Nuril, dengan tagar #SaveBaiqNuril.

Hingga (18/11), penggalangan dana itu dibuat di kitabisa.com/saveibunuril telah terkumpul hampir Rp300 juta. (LI/AA)

 

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com