Mataram, LombokInsider.com – Mendapatkan undangan penganugerahan penghargaan Kalpataru 2016 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuat TGH Hasanain Juaini, Lc., MH., kebingunan. Pasalnya, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haramain, Narmada ini tidak memiliki baju adat sebagaimana diminta dalam undangan yang diterima.

“Akibat tidak pernah mikirin pakaian, saat-saat mendadak diperlukan ternyata saya tidak punya Pakaian Adat. Nah ada yang bisa pinjamin? Atau punya lebih atau mau jual pada saya? Paling lambat besok pagi pakaian adat Sasak (laki) harus sudah di tangan. Allahumma Assyukru laKA ala addawaam,” kata TGH Hasanain dalam akun Facebooknya.

Kontan saja pernyataan rendah hati TGH Hasanain tersebut mendapatkan banyak tanggapan dari pengguna FB yang berteman atau mengikuti akun tersebut. Sebagian besar komentar adalah mengucapkan selamat atas penghargaan Kalpataru 2016 yang membanggakan bagi NTB ini. Bahkan banyak pengguna yang menawarkan baju adat mereka dan siap mengantarkannya ke kediaman TGH Hasanain.

“Kalo Tuan Guru berkenan tiang antarin ke Narmada hari ini juga,” tulis Yusuf Akhyar Sutaryono, profesor peternakan Universitas Mataram.

Tawaran simpatik Prof Yusuf, Ph.D. ini pun diterima oleh TGH Hasanain. “Tunas kak tuan. Dengan demikian urusan pakaian ini sudah selesai. Terima kasih atas perhatian sanak sami,” tulis TGH Hasanain.

TOTALITAS. TGH Hasanain tak segan turun tangan langsung mengoperasikan traktor di kebun.

TOTALITAS. TGH Hasanain tak segan turun tangan langsung mengoperasikan traktor di kebun.

Tokoh Lingkungan

TGH Hasanain yang terkenal aktif melakukan pembibitan dan penanaman pohon di wilayah hutan Lombok Barat, mendapatkan undangan penganugerahan penghargaan Kalpataru 2016 oleh Presiden Republik Indonesia pada peringatan Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Days) pada tanggal 22 Juli 2016 di Kabupaten Siak Provinsi Riau.

TGH Hasanain pada 2011 dianugerahi Penghargaan Ramon Magsaysay karena prestasinya mengembangkan pesantren yang peduli lingkungan, menghormati perempuan, serta membangun kerukunan beragama. Penghargaan Ramon Magsaysay sering disebut juga sebagai Nobel versi Asia ini diserahkan kepada TGH Hasanain dan lima peraih lainnya di Manila, Filipina.

Sedangkankan pada 2015, TGH Hasanain dinobatkan sebagai Tokoh Perubahan oleh Harian Republika atas pengabdiannya di bidang lingkungan hidup.

Penghargaan Kalpataru

Penghargaan Kalpataru adalah penghargaan yang diberikan kepada mereka, baik individu, maupun kelompok, yang dinilai berjasa dalam memelihara fungsi lingkungan hidup. Kalpataru adalah pohon kehidupan yang reliefnya terpahat di Candi Mendut, Jawa Tengah dan mencerminkan suatu tatanan lingkungan yang serasi, selaras, dan seimbang serta merupakan tatanan yang diidamkan karena melambangkan hutan, tanah, air, udara, dan makhluk hidup.

TOKOH PERUBAHAN. Anugerah dari Republika pada 2015.

TOKOH PERUBAHAN. Anugerah dari Republika pada 2015.

Perintis Lingkungan adalah seseorang bukan pegawai negeri dan bukan pula tokoh dari organisasi formal yang berhasil merintis pengembangan dan melestarikan fungsi lingkungan hidup secara menonjol luar biasa dan merupakan kegiatan baru sama sekali bagi propinsi yang bersangkutan. Para penerima penghargaan Kalpataru kategori Perintis Lingkungan pada 2015 adalah Dian Rossana Anggaini (Dusun Bukit Betung, Kelurahan Parit Padang, Kec. Sungailiat, Kab. Bangka, Kepulauan Bangka Belitung), N. Akelaras (Kelurahan Bangun Sari, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara) dan Laing Usat (Desa Pura Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara).

Pembina lingkungan adalah kategori penerima kalpataru yang merupakan pejabat, peneliti, pengusaha, atau tokoh masyarakat. Para penerima penghargaan Kalpataru kategori pembina lingkungan 2015 untuk adalah Kamir Raziudin Brata (Cibanteng, Ciampea, Bogor, Jawa Barat) dan Sri Bebasari (Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, DKI Jakarta). (LI/KM)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono