MATARAM, LombokInsider.com – Rasa bangga dalam setiap dada warga Nusa Tenggara Barat (NTB) karena saat ini NTB telah memiliki Pahlawan Nasional, ini terkait penganugerahan gelar Pahlawan Nasional yang diterima oleh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dari Presiden RI di Istana Negara pada (9/11) lalu. Dari segi pariwisata, tentunya ada dampak postif yang diterima dunia pariwisata NTB, khususnya Lombok.

Hal itu diungkapkan oleh Anggota Tim Percepetan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kemenpar RI, Taufan Rahmadi. Ia yakin, atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Maulana Syaikh tersebut mampu mendongkrak potensi pariwisata Lombok, khususnya dalam napak tilas pariwisata.

“Jadi Tuan Guru sekarang sudah bukan milik warga Lombok, NTB saja. Atas penganugerahan ini, beliau sudah menjadi milik nasional,” ujar Taufan via sambungan telepon, Sabtu (11/11). Hal ini lanjutnya, bisa menjadikan NTB sebagai historical icon, atau heroes icon dalam dunia pariwisata NTB.

Ia menjelaskan perspektif wisatawan atau pelancong sekarang sudah berbeda dengan dulu. “Untuk sekarang, orang tidak hanya mau jalan-jalan saja. Tetapi mereka mencari apa yang bisa dirasakan di tempat yang dituju,” lanjut Taufan yang juga merupakan putra daerah NTB.

Curiosity, knowledge dan apa yang batin mereka dapatkan dari perjalanan inilah bentuk pergeseran yang diinginkan wisatawan,” jelasnya.

Dari hal-hal inilah sebenarnya, imbuh Taufan, para stakeholder harus mampu menciptakan industri pariwisata kreatif. Jika diramu para stakeholder bisa menjadikan napak tilas perjalanan tentang Tuan Guru bisa menjadi suatu produk pariwisata yang unik dan menarik.

Kemudian kata Taufan, saat ini Pemprov bisa merancang membangun museum tentang Tuan Guru. Dimana disana akan terekam semua jejak napak tilas tentang Maulana Syaikh.

Seperti diketahui, ada empat tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2017 ini, yakni Almarhum TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dari NTB, Almarhum Laksamana Malahayati dari Aceh, Almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepri dan Lafran Pane dari DI Yogyakarta.

Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Kamis, menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/TAHUN 2017, 6 November 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Acara penganugerahan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan Nasional 2017. (LI)

 

Pewarta: Deki Zulkarnain

Penyunting: Agus Apriyanto

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com