Renovasi rumah BUMN untuk Negeri di NTB

Direktur Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Jatmiko K. Santosa (kanan) bersama Batiter Kodim 1620 Lombok Tengah, Zaenudin (kiri) berbincang dengan veteran perang kemerdekaan Indonesia Sowo (94) yang rumahnya direnovasi di Kampung Jawa, Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (15/8).

 

Praya, LombokInsider.com – Sebagai bagian program BUMN untuk Negeri, PT Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) melakukan bedah rumah veteran di Lombok Tengah.

“Kita melaksanakan program rutin seperti bedah rumah veteran sebanyak 50 rumah di NTB yang bertujuan untuk lebih mendekatkan BUMN di masyarakat. Kegiatan ini juga bagian dari program ‘BUMN untuk Negeri’ sekaligus menyambut HUT kemerdekaan RI ke 71,” kata Direktur Keuangan PT Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC), Jatmiko Santoso di sela-sela meninjau rumah veteran di Praya, Lombok Tengah.

Ditambahkannya, pihaknya tiap tahun rutin melaksanakan program bedah rumah veteran dan kegiatan sosial yang lain di masyarakat bersama BUMN lainnya.Kegiatan sosial lain yang dilaksanakan yaitu membangun PAUD Mutiara Hati di Karang Sukun, Mataram binaan Ibu Walikota, menggelar pasar rumah, membangun MCK dan menonton bersama.

Apresiasi Veteran

Sowo (94), veteran kelahiran Jawa Tengah tak henti-hentinya bersyukur dan senang karena rumah miliknya di Kampung Jawa, Praya, Lombok Tengah sudah direnovasi. Program Bedah Rumah Veteran yang dilaksanakan oleh PT Indonesian Tourism Develepmont Corporation (ITDC) dan Perusahaan Gas Negara (PGN) diakuinya sangat membantu.

“Alhamdulillah, saya bersyukur karena rumah sudah direnovasi. Jadi saat hujan, atap tidak akan bocor-bocor lagi,” ujar veteran yang sudah memasuki usia hampir seabad saat ditemui di rumahnya, Senin (15/8).

Sebelum direnovasi, ia mengaku setiap hujan datang, atap-atap rumah sering bocor karena sudah tua dan lapuk. Oleh karena itu, bantuan renovasi rumah yang diberikan oleh PT ITDC dan PGN banyak membantu dirinya dan keluarga.

Meski usianya yang hampir memasuki satu abad, Sowo yang pensiun pada tahun 1970 dengan pangkat terakhir Sersan Mayor (Serma) masih terlihat sehat. Meski, pendengarannya kini sudah mulai kurang berfungsi dengan baik.

Ia yang lahir pada 1922 sempat menceritakan pengalaman tentang dirinya bersama pasukan TNI melawan pemberontak di Makassar pimpinan Kahar Mudazakar. Bahkan, saat tengah bertugas kala itu, kaki kirinya pernah tertembak.

“Saya pertama kali bertugas di Jawa Barat zaman revolusi, kemudian pindah ke Makassar saat terjadi pemberontakan yang dipimpin Kahar Muzakar,” ungkapnya.

Sowo mengatakan usai bertugas di Makassar, ia sempat dipindahkan ke Ambon dan ke Mataram, NTB di Korem 162 Wira Bhakti sekitar tahun 1965 yang menjadi tempat tugas terakhir sebelum pensiun. (LI/SP)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono