Mataram, LombokInsider.com – Pesta Kembang Api identik dengan malam pergantian tahun, sebagai individu dalam hubungannya dengan komunitas yang lebih besar dalam masyarakat sudah selayaknya untuk dapat memakani kedatangan 2017 dengan hal-hal yang jauh lebih baik dan bijaksana dari tahun sebelumnya. Merefleksi kegiatan atau apa saja yang telah dilakukan pada 2016, sehingga dapat lebih baik di 2017 ini, tentunya dengan hal-hal yang positif. Menyambutnya tidak hanya dengan berhura-hura atau bahkan sampai melampaui batas dan mengganggu ketertiban umum, terutama di pusat-pusat pelaksanaan perayaan penyambutan tahun baru yang ada, semoga semuanya dapat menciptakan kebaikan dalam mengawali 2017 ini.

Kepedulian untuk Bima

Banjir Bandang yang Meluluhlantahkan Kota Bima, NTB pada 21 dan 23 Desember lalu.

Terlebih-lebih baru saja saudara-saudara kita di Bima mendapat musibah dengan terjadinya bencana banjir bandang yang menerpa hingga 2 kali dalam kurun waktu beberapa hari saja. Setidaknya hal ini dapat menjadi pertimbangan kita semua untuk dapat menahan diri dari menyambut 2017 dengan pesta yang berlebihan, paling tidak kita dapat ikut merasakan serta peduli akan kesusahan dan kesedihan mereka di Bima pasca banjir bandang. pada 21 dan 23 Desember lalu. Hingga saat ini pun mereka masih trauma, bahkan sekarang banyak terjangkit penyakit pasca banjir seperti diare dan ispa.

Menyambut 2017

Ayam Bakar. Menikmati Hidangan Bersama Keluarga, Merupakan Salah Satu cara Menyambut Tahun Baru.

Seperti tahun-tahun sebelumnya dan selalu berulang setiap tahunnnya, dimana setiap orang punya cara sendiri merayakan pergantian tahun Masehi. Ada yang pergi ke pantai, gili, mall, lapangan umum, tempat rekreasi, bahkan ada juga yang berzikir dan berdoa di masjid. Adapula yang berkumpul bersama keluarga besar bakar bakar ikan, ayam, makan-makan, atau sekedar nonton film di layar tv, yang pasti semua mengharapkan kebaikan dengan datangya 2017. Semoga kita dapat lebih bijaksana menyambut 2017.

Refleksi Pariwisata 2016

Dalam hal kepariwisataan tentunya seluruh pihak berharap apa yang akan berlaku di 2017 nanti akan lebih baik dari 2016 ini, baik dari segi pencapaian kunjungan wisatawan maupun penataaan dan pembenahan destinasi, serta peningkatana kualitas manajemen even. “Dinas Pariwisata akan selalu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik dari stakeholder pariwisata NTB serta pihak-pihak terkait lainnya, karena tidak akan mungkin pemerintah dapat berjalan sendiri tanpa bantuan masyarakat dan seluruh pihak,” jelas Kadis Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal pada acara Refleksi Pembangunan Kepariwisataan di NTB 2016, di kantornya beberapa waktu lalu.

Inovasi Pariwisata 2017

Bantuan Kendaraan Roda Tiga dari Dispar untuk Pasukan Kebersihan di Destinasi Wisata seperti Sembalun, Senaru, Senggigi, Kuta, Pusuk dan Bangsal.

Dipenghujung 2016, Dinas Pariwisata (Dispar) NTB masih terus melakukan tindakan nyata dalam upaya meningkatkan pelayanan dan kenyaman pariwisata di NTB. Seperti menyiagakan layanan TIC (Tourism Information Center) untuk menghadapi tahun baru 2017, memberikan bantuan 10 unit sepeda di Sembalun, sehingga wisatawan dapat berkeliling desa Sembalun dengan menggunakan sepeda untuk menikmati keindahan dan kesejukan cuaca disana. Selain itu Dispar NTB juga memberikan bantuan kendaraan roda tiga untuk pasukan kebersihan di destinasi-destinasi wisata seperti Sembalun, Senaru, Senggigi, Kuta, Pusuk dan Bangsal. Hal ini tentunya untuk meningkatkan pelayananan, pembenahan dan penguatan serta inovasi di 2017.

Redaksi LombokInsider.com berharap, semoga pada 2017 Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan lebih berkembang dan maju lagi, baik dari segi kuantitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat, perekonomian secara umum, khususnya dibidang parwisata. Tentunya dukungan dari seluruh pihak kepada pemerintah sangat diharapkan agar hal ini dapat tercapai serta memberikan dampak ekonomi kepada daerah dan masyarakat NTB secara luas. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com