Bantaeng, LombokInsider.com – Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin beserta rombongan Wakil Bupati dan pimpinan SKPD terkait se-NTB berkunjung ke Kabupatenupaten Bantaeng dalam rangka studi komparasi pembangunan, Selasa (23/5). Demikian siaran pers Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diterima LombokInsider.com.

Kabupatenupaten Bantaeng merupakan salah satu daerah fenomenal yang saat ini perkembangan pembangunannya menjadi perhatian nasional. Inilah yang menjadi latar belakang dipilihnya daerah ini sebagai lokasi pemprovinsi NTB melakukan studi komparasi. Terlebih Bantaeng berhasil melakukan lompatan besar terhadap penurunan angka kemiskinan, pengangguran dan pertumbuhan ekonomi.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Bantaeng, Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr. memaparkan kondisi umum kabupaten. Bantaeng beserta masalah, tantangan dan solusinya. Dengan kondisi topografi Bantaeng yang berupa pegunungan, dataran dan perairan, Bantaeng pada 2008 memiliki berbagai masalah, diantaranya banjir, kekeringan, dan masalah pelayanan kesehatan dasar.

“Tingginya angka  kemiskinan dan pengangguran juga menjadi pekerjaan penting yang harus diselesaikan. Dijelaskan, dulu saat musim hujan tiba pasti terjadi banjir. Namun dengan adanya cekdam pengendali banjir dan waduk tunggu, masalah banjir dapat diatasi. Bahkan dengan inovasi tersebut sekaligus menjadi solusi bagi pengairan lahan pertanian yang sebelumnya hanya mengandalkan datangnya musim penghujan,” kata Prof Nurdin.

Demikian juga dengan pelayanan kesehatan masyarakat, Nurdin dengan inovasi dan jaringan yang dimilikinya berhasil mendapat hibah puluhan mobil ambulans dan Damkar dari Pemerintahan Jepang. Dengan itu Pemerintahan kabupaten Bantaeng berinovasi memberikan pelayanan Brigade Siaga Rencana (BSB) yang melayani masyarakat dimanapun dan kapanpun dengan respon time 20 menit. Demikian halnya dengan berbagai sektor lainnya, seperti pertanian dengan budidaya benihnya, sektor industri, perikanan kelautan, dan pariwisata, sehingga kabupaten dengan luas terkecil di provinsi Sulsel ini berhasil melakukan lompatan besar terhadap penurunan angka kemiskinan Dari 12,12% tahun 2008 menjadi 5,89% tahun 2015.

Pertumbuhan Ekonomi 9,5%

Sementara, Wakil Gubernur dalam sambutannya mengatakan, dipilihnya kabupaten Bantaeng ini karena kabupaten ini sangat progresif dalam memajukan  daerah dari berbagai sektor. Pertumbuhan ekonominya juga termasuk tertinggi nasional yakni 9,5%. Wagub yang sekaligus ketua tim penanggulangan kemiskinan daerah menyampaikan bahwa provinsi ini NTB berkomitmen untuk menurunkan angka kemiskinan secara progresif. Melihat kabupaten Bantaeng melakukan strategi pembangunan yang sangat fokus dengan sinergitas dan koordinasi serta didukung dengan komunikasi dan jaringan yang luas, menjadi strategi yang dapat diadopsi pada pemerintah provinsi NTB.

Kepala Bappeda Provinsiinsi NTB, Chairul Mahsul juga mengungkapkan hal yang sama, dimana fokus terhadap perencanaan dan tujuan utama pembangunan menjadi kunci kesuksesan kabupaten Bantaeng, yang juga didukung oleh jaringan yang dimilikinya oleh bupatinya.

Terpisah, ekonom Unram, Dr Prayitno Basuki, mengatakan bahwa, dari sisi potensi provinsi NTB jauh lebih unggul. Cara untuk mengembangkan komoditas unggulan sudah sejalan. “Namun bedanya, pemkabupaten Bantaeng memiliki sinergitas dan koordinasi yang lebih kuat antar SKPD dalam mengembangkan komoditas. Selain itu networking juga menjadi salah satu kelemahan kita,” kata Basuki. (LI/SP)

Pemprov NTB studi banding ke Kabupaten Bantaeng

Pemprov NTB studi banding ke Kabupaten Bantaeng

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono