Mataram, LombokInsider.com – Gempa yang mengguncang Lombok dan Sumbawa adalah bagian dari gempa dunia. Jalur Gempabumi Dunia, Indonesia merupakan daerah rawan gempabumi karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu: Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik.

Lempeng Indo-Australia bergerak relatif ke arah utara dan menyusup kedalam lempeng Eurasia, sementara lempeng Pasifik bergerak relatip ke arah barat. Jalur pertemuan lempeng berada di laut sehingga apabila terjadi gempabumi besar dengan kedalaman dangkal maka akan berpotensi menimbulkan tsunami sehingga Indonesia juga rawan tsunami.

Belajar dari pengalaman kejadian gempabumi dan tsunami Aceh, Pangandaran dan daerah lainnya yang telah mengakibatkan korban ratusan ribu jiwa serta kerugian harta benda yang tidak sedikit, maka sangat diperlukan upaya-upaya mitigasi baik ditingkat pemerintah maupun masyarakat untuk mengurangi resiko akibat bencana gempabumi dan tsunami.

Mengingat terdapat selang waktu antara terjadinya gempabumi dengan tsunami maka selang waktu tersebut dapat digunakan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat sebagai salah satu upaya mitigasi bencana tsunami dengan membangun Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (Indonesia Tsunami Early Warning System/Ina-TEWS).

Secara umum zona sumber kejadian gempa bumi di Indonesia berdasarkan mekanisme fisik dapat di bagi menjadi:

Zona subduksi yaitu zona kejadian gempa bumi yang terjadi di sekitar pertemuan antar lempeng. Sumber penunjaman lempeng kerak bumi dapat di bagi menjadi dua model yaitu pada lajur megathrust atau gempa bumi interplate maupun dalam lajur Beniof/gempa intraplate.

Lajur megathrust adalah bagian dangkal suatu lajur subduksi yang mempunyai sudut tukik yang landai sedangkan zona Benioff adalah bagian dalam suatu lajur subduksi yang mempunyai sudut tukik yang curam.

Zona transform adalah sesar geser pada batas antara dua lempeng dimana pada daerah ini terjadi gesekan atau translasi dan tidak terjadi penelanan kerak bumi, akan tetapi terjadi gerak horizontal dan menyebabkan gempa bumi besar (Katili, 1986). Zona sumber-sumber sesar kerak bumi dangkal (shallow crustal fault) adalah patahan kerak bumi dangkal dan aktif.

Akibat Gempabumi

Getaran atau guncangan tanah (ground shaking), Likuifaksi (liquifaction), Longsoran Tanah, Tsunami, Bahaya Sekunder (arus pendek,gas bocor yang menyebabkan kebakaran dan lain-lain).

Faktor-faktor yang mengakibatkan kerusakan akibat Gempabumi adalah kekuatannya, kedalaman, jarak hiposentrum, lamanya getaran, kondisi tanah setempat dan kondisi struktur bangunan.

Kondisi Tektonik Bali

Indonesia terletak antara tiga pertemuan lempeng besar, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik. Pulau Bali dan sekitarnya merupakan bagian dari seismotektonik Indonesia.

Daerah ini dilalui jalur pegunungan Mediteranian dan adanya zona subduksi akibat pertemuan antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Batas pertemuan ini berupa palung lautan (Oceanic Trench) disebelah selatan gugusan pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Pergerakan Lempeng Indo-Australia kearah Lempeng Eurasia pertama kali di estimasi melalui penelitian Global Positioning System (GPS) pada 1989 yang menghasilkan bahwa gerakan relative pulau Chrismast yang berada di lempeng Indo-Australia terhadap Jawa Barat yang berada di lempeng Eurasia sebesar 67±7 mm/tahun dengan arah N11°E±4° (Tregoning et al, 1994), hasil ini mendekati hasil yang dihitung secara teoritis dengan menggunakan model NUVEL-1 yaitu sebesar 71 mm/tahun dengan arah lebih ke utara dari N20°E±3° (DeMets et al, 1990).

Maka dengan kondisi yang demikian akan mengakibatkan Pulau Bali sebagai salah satu daerah yang mempunyai tingkat kegempaan yang cukup tinggi berkaitan dengan subduksi lempeng dibawah Paparan Sunda dan aktifitas tepi benua Australia serta kelanjutan garis Busur Sunda kearah timur yang bertemu dengan Busur Banda.

Dampak dari pergerakan lempeng-lempeng ini adalah adanya tipe-tipe tektonik yang merupakan ciri dari sistem sunduksi, yaitu palung laut, zona Benioff, cekungan busur luar, foreland basin dan jalur pegunungan. Dibawah Pulau Bali terdapat zona gempa bumi berupa slab dengan kedalaman 100 Km dan kemiringannya mencapai 65° dengan jangkauan sampai kedalaman 650 Km dibawah bagian utara Pulau Bali.

Tektonik Sumbawa

Pulau Sumbawa merupakan salah satu dari deretan kepulauan di Nusa Tenggara Barat yang mempunyai tingkat kegempaan cukup tinggi baik di bagian Selatan maupun utara karena Pulau Sumbawa diapit oleh dua jalur patahan aktif yaitu daerah selatan di sekitar pertemuan lempeng tektonik Samudra Indonesia dengan lempeng benua Eropa-Asia (Eurasia), dan daerah utara disekitar patahan aktif Sesar naik belakang busur kepulauan (back arc thrust).

Dua jalur sumber gempa aktif yaitu daerah selatan di sekitar zona subduksi yaitu zona pertemuan lempeng tektonik Samudra Indonesia dengan lempeng benua Eropa-Asia (Eurasia). Dimana untuk analisis bahaya akan goncangan suatu kejadian gempa bumi di bagi menjadi zona interplate/ megathrust mulai dari kedalaman 0 sampai kedalaman 50 km dan zona benioff mulai dari kedalaman +/- 70-250 km. Untuk daerah utara disekitar patahan aktif Sesar naik belakang busur kepulauan (back arc thrust) yaitu tempat terjadinya gempa bumi dangkal. (LI)

Sumber: www.bmkg.go.id

PGR III Balai Besar Wilayah III Denpasar

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com