Mataram, LombokInsider.com – Bicara masalah sambal khususnya sambel khas Lombok anda akan menemui berbagai jenis sambel beredar di masyarakat. Berawal dari hobi kuliner dan juga keluarganya yang berjualan nasi, membuat Rini Handayani tertarik mencoba usaha sambel yang diberi nama Bandar Sambal, sejak setahun lalu.

Kualitas Menjadi Prioritas

Melihat potensi usaha sambal yang ada di Lombok, membuat naluri bisnis dari ibu dengan tiga orang putra-putri ini tertantang. “Saya melihat belum banyak yang menggelutinya secara serius, hanya sekedar sebagai jualan atau hidangan pendamping pada saat ada acara-acara tertentu,” ujar Rini. Dari sini Rini mencoba untuk membuat sambal khas yang pedas namun berkualitas. Dengan bahan dasar segar dan berkualitas, Rini berhasil berhasil memperoleh pasar tersendiri.

Sambel Lindung atau Belut menjadi produk utama Bandar Sambal yang terletak di Jl. Melur No. 1, Kampung Melayu, Ampenan Lombok. Seperti kita ketahui bersama, sambal merupakan bagian dari hidangan yang selalu ada ,menemani hidangan utama saat kita makan, terutama di lingkungan masyarakat Sasak, Lombok. “Tidak enak makan kalo nggak ada sambal,” lanjutnya. Rini memang berusaha untuk menampilkan sebuah sambal tradisional yang sudah banyak dikenal, namun memiliki citarasa dan tampilan yang berkualitas.

Berawal dari Obrolan Ringan

Ide membangun usaha Bandar Sambal, berawal dari obrolan ringan kakak beradik, Sang adik yang baru lulus kuliah, tertarik ingin memiliki usaha dibandingkan mencari pekerjaan. Jiwa wirausaha yang kuat, serta lingkungan yang mendukung, dimana sekitar rumah, saudara dan ibunya memiliki usaha kuliner. Berjualan nasi dan makanan khas Lombok, ini yang menjadi inspirasi untuk menggali dan mencoba sesuatu yang berbeda, namun tetap mengangkat kekayaan lokal.

“Keinginan yang kuat selalu melahirkan kreatifitas, semoga kedepannya Bandar Sambal semakin besar, dengan menambah varian sambal bahkan jika mungkin dari seluruh Indonesia,” tegas Rini. Saat ini Bandar Sambal menawarkan lima varian rasa sambal yakni, Sambal Lindung, Cumi-cumi, Bajo, Daging Kuda dan Kacang Komak. “Pemilihan bahan baku yang segar berkualitas menjadi konsen kami, ini agar konsumen mendapatkan yang terbaik dari produk kami,” ujarnya.

Menjadikan sambal ini sebagai sambal khas Lombok. Visi misinya menjadi salah satu brand sambal khas Lombok. Menjadi satu wadah yang nantinya bisa memberdayakan perempuan Sasak dalam memajukan kuliner Lombok. Kekayaan lokal dipadukan dengan niat memberi jalan untuk masyarakat sekitar berkembang.

Selain kesegaran bahan baku dan kualitasnya, kelebihan sambal ini dibandingkan sambal yang biasa. Pembuatannya pun tetap dipertahankan secara tradisional, untuk mempertahankan muatan lokalnya. Yang paling khas adalah Sambal Lindung dan Kuda.

Rasa Khas Lombok

Rasa pedasnya yang pas, membuat sambal ini lezat dan nikmat meski di makan hanya dengan nasi saja atau dipadukan dengan lauk lain, rasanya ingin mencoba dan coba lagi. Karena Banda Sambal memang berharap produk ini tersebar dan disukai masyarakat Indonesia. Karena itu rasa dan kualitas dipertahankan. Selain itu ada rasa bangga terhadap kekayaan kuliner Indonesia yang tidak kalah dengan kuliner lainnya.

Selain berharap usahanya semakin besar dan dikenal luas, Rini juga ingin menjadikan Bandar Sambal sebagai salah satu oleh-oleh khas Lombok yang wajib dibawa wisatawan yang datang berkunjung ke Lombok. “Untuk pelanggan sejauh ini cukup banyak, selain dari Mataram dan Lombok, hampir dari seluruh wilayah di Indonesia telah menikmati sambal kami,” sambung perempuan kelahiran 1982 ini.

Untuk promosi Rini memanfaatkan Sosial Media sebagai alatnya, yang sangat membantu mengenalkan produk ini lebih luas lagi. Rini terus belajar untuk bisa makin mengembangkan bisnis ini. Saat ini omset yang diraih belum terlalu besar, namun keyakinan jika produknya punya peluang besar di masa depan membuatnya tidak pernah lelah berusaha.

Masuk Kompetisi Nasional

Selama menjalankan usaha ini, sudah banyak suka duka yang dilaluinya, termasuk menghadapi kendala packing dan pengiriman ke lokasi yang jauh.Namun usaha Rini tidak sia-sia, sekitar Agustus 2016, Bandar Sambal berhasil masuk dalam 100 besar terbaik, dari ribuan pendaftar pada kompetisi The Big Start Indonesia 2016. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Djarum Foundation dan Bibbli.com. Dalam rangka mencari start up kreatif Indonesia.

Selain itu, Bandar Sambal juga masuk nominasi peserta dalam FoodStartup Indonesia, yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Be-Kraf) dan akan mengikuti presentasi di Bali, sebagai salah satu produk yang terpilih mewakili Lombok pada kompetisi tersebut.

Bandar Sambal ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai kuliner lokal. Bagi yang berminat mencoba produknya sekaligus melihat proses pembuatannya bisa langsung datang ke Jln. Melur No 1, Kampung Melayu, Ampenan Lombok. FB dan IG Bandar Sambal, atau menghubungi WA 0819-3300-2998, bisa juga mengunjungi laman websitenya di www.bandarsambal.com, untuk mendapatkan informasi lebih lengkap. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com