Mataram, LombokInsider.com – Sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan di area destinasi wisata, PHRI NTB menggandeng Karcher Indonesia yang merupakan perusahaan teknologi mesin kebersihan yang berpusat di Winenden Jerman untuk membersihkan Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center, Mataram, NTB.

“Ini merupakan dukungan dari kami di PHRI bersama pihak hotel-hotel, khususnya bagian house keeping. Gerakan ini adalah simbol dari kesiapan kita dalam menyambut tamu. Karena Masjid Hubbul Wathan ini tidak hanya didatangi wisatawan domestik tapi juga mancanegara,” kata Abdul Hadi Faishal, Ketua PHRI NTB.

“Bersih menjadi hal terpenting ketika kita sudah berpromosi, kita juga harus memperhatikan kebersihan. Apalagi Islamic Center telah menjadi salah satu ikon destinasi wisata halal yang disandang Lombok saat ini,” tutur Hadi, dalam laporannya.

“Hal ini juga sebagai gerakan moral, sehingga dapat menjadi contoh bagi masjid-masjid lainnya di NTB untuk gerakan kebersihan. Kita akan terus mendukung kegiatan bersih-bersih di area masjid, semoga bisa berkelanjutan,” lanjutnya.

Demikian halnya dengan Pipit Fitria, Head Office Karcher Indonesia, menjelaskan bahwa ini merupakan wujud dukungan pihaknya terhadap kebersihan destinasi wisata.

“Kegiatan ini merupakan wujud dukungan kami bagi pariwisata NTB yang telah cukup lama diagendakan bersama PHRI NTB, namun baru terlaksana awal 2018. Hal ini juga merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) kami,” jelas Pipit.

“Selama kurun waktu 83 tahun berdirinya, Karcher telah membersihkan lebih dari 100 monumen dan bangunan bersejarah di seluruh dunia. Diantaranya, patung Christ the Reedemer di Rio de Janeiro, Mount Rushmore di Amerika, London Eye di Inggris, hingga Monas Jakarta di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara Sekda NTB, Rosyadi Sayuti, sangat mendukung kegiatan-kegiatan semacam ini. “Atas nama Pemerintah Provinsi kami sangat mendukung hal ini, karena selain sebagai tempat ibadah, saat ini Masjid Hubbul juga menjadi salah satu destinasi wisata religi,” ujarnya.

Rosyadi menambahkan bahwa kebersihan harus menjadi kebiasaan, karena dia merupakan ruh dari pariwisata itu sendiri.

“Secara fasilitas infrastruktur, Islamic Center ini kami hajatkan bisa setara dengan hotel bintang lima dalam hal kebersihan fasilitas pendukungnya, seperti karpet dalam masjid, lantai tangga dan luar masjid, begitu juga dengan toiletnya,” ucap Sekda.

“Yang paling penting adalah membangun rasa memiliki dan cinta terhadap properti dan kebersihan masjid. Ini harus dari hati, sehingga akan timbul keikhlasan,” tegasnya.

Kegiatan bersih destinasi wisata ini rencananya akan berlangsung dua hari (5-6/3), dipusatkan di Islamic Center. Lebih kurang 20 orang personil dari Karcher Indonesia bersama dengan puluhan petugas kebersihan di Islamic Center membersihkan tiga area masjid. Mulai dari karpet dengan alat BRS 45/500 C, lantai marmer dangan Floor Polisher – low speed BDS 43/150.

Kemudian lantai luar dan tempat wudhu, dbersihkan dengan High Presure Cleaner tipe HD 7/11 dan area ketiga adalah lantai ballroom dengan Compact Scrubber drier tipe BR 40/10 C ADV. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com