Mataram, LombokInsider.com – Walaupun para ahli telah menyatakan kondisi sudah aman pasca gempa yang terus menerus mengguncang Pulau Lombok dan Sumbawa, namun sebagian besar masyarakat memilih untuk tetap berada di pengungsian tidur dalam tenda.

Terbukti, sudah beberapa kali prediksi para ahli ini meleset. Bahkan dini hari tadi (8/9), sekitar pukul 01:15 WITA gempa berkekuatan 5 SR kembali mengguncang Pulau Lombok, tepatnya pada 8.21 LS 116.67 BT, 35 Km Timur Laut Lombok Timur. Getaran ini dirasakan di wilayah Lotim, KLU, Lobar dan juga Mataram.

Hal inilah yang membuat sebagian besar masyarakat memilih untuk tetap bertahan di tenda pengungsian, selain karena memang faktor diatas, juga karena memang banyak dari mereka yang rumahnya rusak parah, sedang dan ringan.

“Rasa trauma kami jauh lebih besar dari prediksi ahli,” kata Amaq Jamal, saat ditanya mengapa memilih bertahan di tenda pengungsian.

Sebelumnya pada Jum’at pagi (7/9), ahli Geologi dan Gempa Bumi, Prof Dr. Dany dan Ketua Ahli Tsunami Indonesia, Dr Gegar Prasetya menyampaikan sejumlah informasi penting tentang Gempa Bumi, Lombok, NTB.

Menurutnya, secara umum Lombok sudah masuk kategori aman dari potensi gempa yang bermagnitudo besar. sebab menurutnya, energi yang dihasilkan oleh lempengan itu sudah dikeluarkan semua saat terjadi gempa utama dan susulan beberapa waktu lalu.

Ia juga menjelaskan Gempa Bumi itu dapat terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Hanya saja, gempa itu terjadi melalui siklus lima puluh hingga seratus tahun. Setiap tahun, pergeseran lempengan itu sekitar 2 cm. Untuk sampai pada pengisian energi yang berkisar satu sampai dua meter, perlu waktu sekitar 50-100 tahun.

Sementara Ketua Ahli Tsunami Indonesia, Dr Gegar Prasetya menjelaskan pentingnya pengetahuan tsunami bagi masyarakat. Menurutnya, pengetahuan tentang hubungan gempa dengan tsunami perlu untuk diketahui masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Ia menjelaskan, tsunami dapat terjadi apabila gempa yang terjadi bermagnitudo 7. Yang peling penting diketahui adalah pusat gempa yang mengakibatkan tsunami adalah di laut. “Rentan waktu terjadinya tsunami setalah gempa adalah 30 menit,” jelasnya.

Kalau ada sebagian orang mengatakan ada tsunami setelah satu jam terjadinya gempa, maka besar kemungkinan itu hoax. Meskipun kekuatan gempa 7 SR, kalau pusat gempa di darat, maka menurutnya kecil kemungkinan terjadi tsunami. (LI)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com