Peserta pelatihan berasal dari pesantren dan mantan TKI Timur Tengah.

Peserta pelatihan berasal dari pesantren dan mantan TKI Timur Tengah.

Pendidikan dan Pelatihan Kepemanduan Wisata Budaya Bahasa Arab

 

Mataram, LombokInsider.com – Sebentar lagi dunia pariwisata Nusa Tenggara Barat akan memasuki sebuah era yang baru. Bahasa Arab akan mulai digunakan dalam percakapan-percakapan dengan wisatawan asing sejalan dengan strategi pengembangan wisata halal di Lombok dan Sumbawa. Ungkapan Bahasa Arab ahlan wa sahlan dan kaifa haluk akan mulai kita dengan sebagaimana kita mendengar ungkapan welcome dan how are you dalam Bahasa Inggris.

Era itu sudah mulai disiapkan oleh pemerintah dengan dilakukannya Pendidikan dan Pelatihan Kepemanduan Wisata Budaya Bahasa Arab oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB dan Kementerian Pariwisata selama sepekan di Hotel Golden Tulip, Mataram, (13-18 /5).

“Ini adalah wujud dukungan serta kepedulian pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita dalam persiapan menyambut kunjungan wisatawan Timur Tengah karena NTB terpilih sebagai destinasi wisata halal,” kata Dr. H. Ainuddin, SH, MH, ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB.

Santri dan TKI

Peserta pelatihan seminggu tersebut kebanyakan para santri dari pelbagai pondok pesantren dan juga mantan tenaga kerja Indonesia yang pernah bekerja di negara-negara Timur Tengah. “Pelatihan yang dilakukan selama enam hari ini terdiri dari tiga hari pelajaran teori di ruangan dan dilanjutkan dengan tiga hari praktik lapangan di Pantai Kuta, Gili Trawangan dan Senaru,” kata Ainuddin.

Mata pembelajaran yang dibekalkan kepada mereka selama pelatihan antara lain pengetahuan dasar produk kepariwisataan, pengetahuan dasar dan kode etik pramuwisata, kebudayaan dan kesenian Lombok atau budaya Sasak, budaya dan adat istiadat Arab, layanan prima, geografi wisata, membangun mental pramuwisata dan pengetahuan produk wisata madani dan daya tarik pariwisata NTB sebagai destinasi wisata halal, tambah Ainuddin.

“Kami berharap para peserta nantinya akan siap menjadi pemandu wisata yang fasih berbahasa Arab serta handal menguasai ilmu kepariwisataan, karena pelatihan ini didukung oleh trainer atau tutor yang berpengalaman di bidangnya masing-masing,” tegas Ainuddin.

Para trainer yang terlibat langsung dalam pelatihan ini adalah Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya, (Asisten Deputi Bidang PSDMK), Dr. H Ainuddin, SH. MH (Ketua HPI NTB), L Ari Irawan, M.Pd, (Rontal), TGH. M. Khudori (Pimpinan Ponpes Islahudiny Kediri), TGH. Fauzan Zakaria (APPI), Taufik Suadiyanto, M.Pd (HPI), Ahmad Saufi, SE. M.Bus, Ph.D (Dosen UNRAM),  H. Sofwan SH. MH (Dosen FH UNRAM), TGH. Hasanain Juani (Pimpinan Ponpes Nurul Haramain Narmada), dan H. L. Moh. Faozal, S.Sos, M.Si (Kadisbudpar NTB).

“Dengan trainer yang hebat tersebut diharapkan para peserta semakin termotivasi sehingga ada kemauan dari diri mereka sendiri untuk berubah lebih baik, untuk sama-sama mendukung berkembangnya pariwisata NTB dan mereka semua dapat berhasil setelah terjun langsung nantinya di dalam industri pariwisata ini,” pungkas Ainuddin. (LI/AA)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono