Pelantikan dewan hakim MTQ NTB

Mataram, Lombokinsider.com – Pelaksanaan MTQ terbaik di Nusa Tenggara Barat (NTB) rupanya bukan hanya hajat dari tuan rumah, namun hal ini memang sudah menjadi niat panitia pusat. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum MTQ Nasional XXVI NTB dari Kemenag Pusat Prof. Dr. M. Machasin, MA pada acara Pelantikan Dewan Hakim yang berlangsung di hotel Golden Palace, Sabtu (30/7).

“Kami panitia bertekad untuk melakukan agar MTQ kali ini menjadi perubahan dan yang terbaik sepanjang sejarah MTQ,” kata Prof. Dr. M. Machasin, MA yang juga menjabat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Untuk itu, M. Machasin berharap para hakim yang telah disumpah dapat menjalankan tugas dengan jujur dan adil dalam melakukan penilain pada lomba nanti. Para hakim juga diharapkan dapat berkerjasama secara maksimal untuk mensukseskan MTQN kali ini dan tidak meninggalkan kesan yang tidak baik bagi tuan rumah maupun peserta lainnya, dengan mengeluarkan keputusan yang kontroversial.

“Hal ini tentunya sesuai dengan tema MTQN kali ini yaitu MTQ Mewujudkan Revolusi Mental dalam Penerapan Islam sebagai Rahmatan Lil A’lamin,” lanjut Machasin.

Pelantikan dewan hakim MTQN XXVI 2016

Pelantikan dewan hakim MTQN XXVI 2016

Menurut Machasin, intergritas, kejujuran dan keadilan para hakim juga sangat penting karena ini mencerminkan akhlak sebagai seorang muslim.

Sementara itu ketua pengawas MTQN 2016, Drs. H Mubarok, M.Si menjelaskan timnya sejauh ini menilai bahwa pelaksanaan MTQN 2016 ini sudah sesuai dengan segala ketentuan yang berlaku.

Sistem Internasional

Sementara itu Ketua Dewan Hakim MTQ, Prof. Dr. H. Said Agil Al-Munawar, MA mengatakan MTQ kali ini kami telah mengadopsi sistem yang digunakan juga oleh pelaksanaan MTQ tingkat internasional, jadi ini yang pertama kali MTQN menggunakan sistem internasional.

Bahkan untuk menghindari fitnah menurut Said Agil, panitia menerapkan peraturan bahwa semua alat komunikasi dewan hakim nantinya akan dikumpulkan oleh panitia sehingga selama berlangsungnya perlombaan MTQ, para dewan hakim dilarang menggunakan alat komunikasi.

Pada sore harinya Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, melantik sebanyak 151 Dewan Hakim terdiri dari 5 orang Pengawas, 4 orang pimpinan Dewan Hakim, 12 Ketua Majelis, 106 Anggota Majelis, dan 24 Panitera. Selain itu, ikut diambil sumpah juga sejumlah tim IT gelaran MTQN XXVI yang dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB Muh. Amin.

“Dewan Hakim dan segenap Panitera, saya minta betul-betul bertanggung jawab mengawal kredibilitas MTQN hingga akhir. Karena ini bukan sekedar ajang perebutan piala, namun juga mengandung muatan dakwah dan basis-basis ibadah,” pesan Menag.

Pewarta: Agus Apriyanto

Penyunting: Kasan Mulyono

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono