Mataram, LombokInsider.com – Berawal dari kegemaran pasangan suami istri Made Agus Ariana dan Ade Irmina untuk mencicipi bermacam kuliner terutama di seputar Kota Mataram, membuat mereka memberanikan diri untuk membuat dan membuka usaha kuliner diberi nama “Warung Serena” yang berarti Semoga Rejeki Naik, terletak di Jl. Caturwarga Mataram, sebelah Hotel Arianz yang juga milik pasangan ini. Dari nama ini, sebagai entrepreneur mereka berharap melalui usahanya rejekinya akan naik, baik untuk pribadi mereka dan pastinya akan berdampak juga bagi pelanggan sayur dan ikan serta bahan lainnya tempat mereka berlangganan.

Sejarah Warung Serena

Para Pengunjung yang Datang Menikmati Makanan dan Suasana di Warung Serena.

Para Pengunjung yang Datang Menikmati Makanan dan Suasana di Warung Serena.

“Selain karena kami hobi kuliner, awalnya ingin membantu beberapa saudara yang kebetulan belum ada kerja, namun setelah berjalan sekitar enam bulan justru mereka menyerah. Memang pada 2009 belum terlalu banyak kafe atau warung jadi belum banyak yang tahu dan jalur jalan ini (Caturwarga, red) memang jalur cepat,” terang pasangan ini saat ditemui LombokInsider.com beberapa waktu lalu. Namun sebagai entrepreneur sejati mereka tidak mau menyerah begitu saja dengan keadaan. “Sempat vakum beberapa saat kemudian kami merubah konsep penataan ruang dan menu ditambah live music maka setelah berjalan 3 tahun, tepatnya pada 2012 mulai terasa perubahan kearah membaik dari segi kedatangan pengujung juga pendapatan warung,” jelas Ade Irmina.

Menurut pengakuan mereka sejak 2012-2014 mulai terasa peningkatan dan perkembangaan dari Warung Serena. “Memang usaha seperti ini harus sabar, kreatif dan inovatif, seperti kami setelah 3 tahun baru mulai terasa, itupun setelah kami menghadirkan live music sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama, apalagi sekarang kami memiliki tiga grup band yang bergantian tampil dalam seminggu,” ungkap Agus Ariana. “Saat ini sudah masuk tahun ketujuh Warung Serena beroperasi dan telah banyak yang kenal, termasuk para pelanggan yang telah mengetahui jadual musik yang mereka gemari, jadi biasanya pasti datang kemari setiap musiknya pentas,” jelas Agus.

Pelanggan Warung

Ade Irmina (dua dari kiri) Bersama Teman, Sekaligus Pelanggan Setia Warung Serena.

Ade Irmina (dua dari kiri) Bersama Teman, Sekaligus Pelanggan Setia Warung Serena.

Sementara menurut Ade, memasuki tahun ketujuh ini, sudah mulai terlihat banyaknya pengunjung yang menjadi pelanggan setia, baik karena cocok dengan makanan yang tersedia, suasana warung yang nyaman, pelayanan dan live music yang selalu setia menghibur mereka. “Dalam seminggu grup band yang bermain di Warung Serena bergiliran tampil, kami memiliki jadual tetap untuk Klakustik dan Oldies Night, sehingga mereka yang datang sesuai dengan selera musik masing-masing,” kata ibu dua orang anak ini. Ade menambahkan bahwa pelanggan mereka banyak dari seputaram Mataram, namun ada juga dari luar daerah yang kebetulan menginap di hotel Arianz atau hotel lain namun sudah mulai cocok dengan Warung Serena.

Menu dan Operasional

Semakin Malam Biasanya Pengunjung Makin Ramai.

Semakin Malam Biasanya Pengunjung Makin Ramai.

Dari segi menu, warung yang mempekerjakan sekitar 14 orang karyawan termasuk trainee ini, awalnya hanya menjual nasi campur dan soto ayam, namun seiring perkembangannya dan hasil dari inovasi saat ini Warung Serena menampilkan beragam menu, dari menu grill baik seafood maupun ayam, bermacam nasi goreng, mie goreng, steak, sayuran, snack dan paket nasi+ikan rica+cap cay, nasi+udang rica+cap cay dan nasi+ayam terasi+cap cay, merupakan menu andalan dan unik yang mungkin satu-satunya di Mataram. “Ayam Terasi merupakan inovasi dari koki kami dimana dua potong bagian ayam dibaluri terasi pilihan yan telah dimasak sedemikian sehingga memberikan rasa unik yang berbeda,” pungkas Ade Irmina.

Untuk jam operasional diawal Warung Serena dari siang pukul 11:00 – 24:00, namun karena dirasa kurang efektif jam buka pun dirubah dari pukul 16:00 – 24:00 hingga sekarang, namun sejak beberapa waktu ini dimana terjadi peningkatan pengunjung, rencana kedepannya mereka akan merubah jam buka bahkan mulai pagi hingga malam. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com