Orang Indonesia pengguna paspor Filipina ditahan.

Orang Indonesia pengguna paspor Filipina untuk berangkat perjalanan haji tengah ditahan oleh Imigrasi Filipina.

 

Manila: Petugas imigrasi di bandar udara Manila menggangalkan keberangkatan 177 orang Indonesia yang menggunakan paspor Filipina sebelum mereka naik pesawat ke Arab Saudi pada Jumat (19/8). Demikian diberitakan Arabnews.com mengutip Kantor Berita Associated Press.

Lima orang Filipina yang mengawal para jemaah haji Indonesia tersebut juga ditangkap saat para penumbang tersebut hendak berangkat ke Madinah, kata Jaime Morente, Komisioner Imigrasi Manila.

Paspor asli namun didapatkan dengan cara yang tidak sah tersebut diduga disediakan oleh para pengawal berkewarganegaraan Filipina, kata Morente. Masing-masing orang Indonesia membayar sekitar $6.000 sampai $10.000 untuk mengikuti perjalanan haji dengan menggunakan kouta negara Filipina. Kepala imigrasi mengatakan identitas mereka terungkap karena mereka sama sekali tidak bisa berbahasa Filipina. Mereka kemudian mengakui bahwa mereka adalah orang Indonesia yang masuk ke Filipina secara terpisah sebagai wisatawan.

Morente segera memerintahkan untuk melakukan dakwaan pelanggaran imigrasi karena mereka secara tidak sah mengaku sebagai orang Filipina dan masuk ke Filipina dengan cara yang tidak sah. Mereka tengah ditahan di pusat tahanan imigrasi di pinggiran Taguig City.

Jemaah haji Indonesia asal Padang tiba di Sektor 1 Daker Makkah.

Jemaah haji Indonesia asal Padang tiba di Sektor 1 Daker Makkah. (Foto: Kemenag)

Biro imigrasi Filipina tengah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Manila untuk memastikan identitas mereka sebelum dilakukan deportasi.

10.286 Jemaah Telah Berada di Makkah

Sementara itu, Kementerian Agama melaporkan bahwa, pada empat hari sejak pemberangkatan jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah, sudah ada 10.286 orang yang saat ini berada di kota kelahiran Nabi Muhammad Saw., terdiri dari 10.161 jemaah dan 125 petugas.

Mereka terbagi dalam 25 kloter yang diberangkatkan secara bertahap dari Madinah sejak 17 Agustus lalu, dengan rincian: 3 kloter dari Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG 1, JKG 2, dan JKG 3), 2 kloter dari Embarkasi Padang (PDG 1 dan PDG 2), 3 kloter Embarkasi Solo (SOC 1, SOC 2, dan SOC 3), 2 kloter Embarkasi Medan (MES 1 dan MES 2), 2 kloter Embarkasi Batam (BTH 1 dan BTH 2), 4 kloter Embarkasi Surabaya (SUB 1, SUB 2, SUB 3, dan SUB 4), 1 kloter Embarkasi Makassar (UPG 1), 4 kloter Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS 1, JKS 2, JKS 3, dan JKS 4), 1 kloter Embarkasi Balikpapan (BPN 1), 1 kloter Embarkasi Banjarmasin (BDJ 1), 1 kloter Embarkasi Palembang (PLM 1), dan 1 kloter Embarkas Aceh (BTJ 1)

“Jumlah ini akan terus bertambah. Setelah gelombang kedua dari Jeddah di buka, akan ada dua jalur kedatangan jemaah Indonesia, dari Madinah dan Jeddah sehingga mekkah setiap hari akan kedatangan jamaah lebih banyak lagi, mungkin bisa 20 kloter perhari,” terang Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat, Jumat (19/08) malam.

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono