Status Unesco Global Geopark Akan Dorong Promosi Internasional

Mataram, Lombokinsider.com – Setelah tertunda beberapa waktu karena berbagai faktor, akhirnya UNESCO (Badan PBB untuk Pendidikan, Sains dan Budaya) mengirimkan tim menilai kelayakan Taman Nasional Gunung Rinjani untuk dimasukkan dalam jaringan Unesco Global Geopark (UGG).

“Berangkat dari pengalaman pengusulan Gunung Sewu dan Gunung Batur yang telah berhasil menyandang Unesco Global Geopark (UGG), maka pengusulan Taman Nasional Gunung Rinjani kali ini kami telah bekerja keras dan purna waktu dengan melibatkan para pihak yang berkompeten termasuk Pemprov NTB serta 4 Pemkab yakni KLU, Lobar, Loteng, Lotim yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani,” kata Yunus Kusuma Brata, Task Force Geopark Nasional, Jumat (13/5) di Mataram.

Dikatakannya, saat ini di Indonesia sudah ada dua kawasan yang telah masuk dalam UGG, yakni UGG Gunung Sewu, Jawa Tengah/Yogyakarta dan UGG Gunung Batur, Bali. “Selain itu, di Indonesia juga telah ada beberapa kawasan yang masuk sebagai Geopark Nasional yaitu Gunung Rinjani di NTB, Danau Toba di Sumatera Utara, Merangin di Jambi dan Ciletuh di Jawa Barat,” kata Yunus.

Banyak Manfaat

Ditambah Yusuf, konsep pengembangan Geopark Rinjani untuk menjadi UGG adalah proses keberlanjutan, bukan semata-mata mencari popularitas. “Banyak keuntungan jika Geopark Rinjani berubah menjadi UGG. Pertama, promosi gratis ke ratusan geopark dunia lainnya. Kedua, kebanggaan bangsa karena berhasil menjaga lingkungan dan mensejahterakan rakyatnya. Ketiga, mewariskan alam yang baik untuk generasi penerus. Keempat, terjadinya transformasi, dimana sebelumnya Indonesia dikenal kurang peduli terhadap lingkungan maka sekarang berubah menjadi peduli dan juga melibatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan,” kata Yunus.

Sementara itu HL Moh. Faozal, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, pada kesempatan yang sama menyatakan bahwa dengan masuknya Gunung Rinjani menjadi UGG, maka manfaat yang bisa diambil yaitu meningkatkannya arus kunjungan wisatawan ke NTB. “Bayangkan saja, di seluruh dunia ini ada ratusan UGG. Dengan masuknya Gunung Rinjani menjadi UGG nantinya, tentu ini bisa menjadi ajang promosi yang cukup efektif bagi sektor kepariwisataan NTB,” jelasnya.

Pada 2015 wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Gunung Rinjani mencapai 70.705 orang yang terdiri dari 43.519 wisatawan nusantara dan 27.186 wisatawan asing, jelas Faozal.

Saat ini jumlah kawasan seluruh dunia yang telah berstatus UGG, diantaranya Eropa ada 61 UGG, kemudian di Asia 42 UGG dan dua UGG lagi ada di Kanada dan Brazil. Kesemua UGG ini tergabung dalam satu jaringan di bawah Unesco. “Jadi dengan masuknya UGG Gunung Rinjani, maka tentu akan menjadi pembahasan diantara mereka. Tentu ini sebuah langkah promosi yang tepat untuk mengenalkan Pulau Lombok dan Sumbawa sebagai destinasi wisata berkelas dunia,” jelas Faozal.

Sistem Penilaian

Sementara General Manager (GM) Geopark Nasional Gunung Rinjani, Chairul Machsul, yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB mengatakan, ada beberapa perubahan yang dilakukan Unesco tahun ini terkait penilaian sebuah kawasan untuk bisa menjadi UGG. “Perubahan pertama, jika sebelumnya bernama Geopark Global Network (GGN), maka pada pertemuan The Seven International Rivera di Inggris, GGN berubah namanya menjadi UGG, atau Unesco Global Geopark,” jelas Chairul Machsul.

Berikutnya penetapan status juga berubah. Kalau sebelumnya usai penilaian, hasilnya kemudian diumumkan dan langsung diberikan sertifikat bahwa kawasan itu statusnya telah berhasil masuk dalam UGG. Maka dalam penilaian kali ini, hasil kerja atau rekomendasi penilai akan diserahkan pada pertemuan The Seven International Rivera di Inggris, yang dihadiri oleh ratusan anggota pengelola kawasan UGG seluruh dunia, demikian ungkap Chairul.

“Usai pertemuan, sertifikat status sebagai anggota UGG juga tidak langsung diserahkan kepada pengelola tetapi baru diserahkan tahun berikutnya. Jadi, ya memang butuh kesabaran kita untuk mendapatkan status Gunung Rinjani sebagai UGG itu,” kata Chairul.

Proses Penilaian

Dua penilai Unesco yang diturunkan tahun ini adalah Maurizio Burlando dari Italia dan Soo Jae Lee dari Korea Selatan. Mereka akan turun ke pelbagai lokasi di Pulau Lombok untuk melakukan penilaian.

“Selain dua penilai dari Unesco, kami juga mengundang dua peninjau yang berkompeten di bidangnya, yakni Prof. Ibrahim Komoo dan Dr Nurhayati dari Malaysia untuk mendampingi kedua penilai Unesco tersebut,” tambah Chairul.

Selama dua hari melaksanakan penilaian, kedua penilai

Foto kiri-kanan: Chaerul Machsul, Yunus Kusuma Brata dan LM Faozal.

Foto kiri-kanan: Chairul Machsul, Yunus Kusuma Brata dan LM Faozal.

Unesco dan dua peninjau dari Malaysia tersebut akan berkunjung ke situs-situs sekitar Gunung Rinjani yang diusulkan. Diantaranya mereka akan berkunjung ke Sekretariat Geopark Nasional Rinjani, kemudian ke Aik Berik, Air Terjun Benang Setokel dan Air Terjun Benang Kelambu, Lembah Sembalun, Pusuk Pass Sembalun dan lainnya.

“Setelah itu, kita tinggal menunggu keputusan final yang akan diumumkan pada pertemuan The Seven International Rivera yang rencananya akan berlangsung pada 26 September 2016 mendatang,” imbuhnya. (LI/AA)

 

Keterangan foto utama: Air terjun Benang Kelambu di Lombok Tengah. Salah satu situs penting bagian dari Geopark Rinjani.

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono